Ekspor 1.928 Monyet Ekor Panjang ke AS dan China: Indonesia Buka Lagi Keran Perdagangan Satwa Riset Bernilai Rp137 Miliar

- Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:25 WIB
Ekspor 1.928 Monyet Ekor Panjang ke AS dan China: Indonesia Buka Lagi Keran Perdagangan Satwa Riset Bernilai Rp137 Miliar

Kembalinya ekspor monyet ekor panjang ini menegaskan posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam pasar primata untuk penelitian internasional. Nilai komersial monyet ekor panjang untuk riset jauh lebih tinggi dibandingkan pemanfaatan konvensional, menjadikannya komoditas ekspor yang strategis.

Namun, nilai ekonomi yang besar ini juga memunculkan kekhawatiran terkait keseimbangan antara penerimaan devisa, tata kelola penangkaran, dan perlindungan populasi liar. Prof. Ronny mengingatkan bahwa pemerintah harus memastikan seluruh rantai pasok berasal dari fasilitas legal dan memenuhi standar konservasi yang ketat.

Pengawasan yang ketat menjadi krusial karena tingginya nilai jual berpotensi menciptakan insentif bagi perdagangan satwa ilegal. Indonesia kini berada di persimpangan antara mempertahankan peluang ekonomi dari perdagangan satwa riset atau memperketat kebijakan seiring berkembangnya metode penelitian alternatif tanpa hewan di negara-negara maju.

Perdebatan ini semakin relevan mengingat sejumlah negara mulai beralih ke teknologi penelitian yang tidak menggunakan primata sebagai subjek uji. Ke depan, kebijakan ekspor monyet ekor panjang harus mempertimbangkan aspek keberlanjutan, etika riset, dan kepentingan ekonomi secara seimbang.


Halaman:

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler