Secara keseluruhan, sebanyak 281 personel dikerahkan dalam operasi kemanusiaan ini. Personel tersebut berasal dari berbagai unsur, antara lain TNI, KSOP, Polri, BPBD, PMI, pemerintah daerah, serta potensi SAR lainnya.
Hingga malam ini, operasi SAR masih terus berlangsung. Tim SAR Gabungan memprioritaskan pencarian terhadap korban yang masih tertimbun reruntuhan serta melakukan evakuasi masyarakat terdampak ke lokasi yang lebih aman.
BNPB: Masih Ada Korban Tertimbun Bangunan Runtuh
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, menyampaikan bahwa laporan dari lapangan mengonfirmasi masih adanya korban yang tertimbun material bangunan yang runtuh saat gempa mengguncang.
"Dilaporkan oleh Bapak Gubernur NTT, ada beberapa yang masih tertimbun bangunan. Tapi, jumlahnya di bawah 10," kata dia dalam konferensi pers yang disiarkan secara daring pada sore hari.
Suharyanto menegaskan bahwa saat ini pencarian dan pertolongan menjadi prioritas utama pemerintah. Tim SAR Gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, dan instansi terkait lainnya telah disiapkan untuk menyisir bangunan-bangunan yang terdampak gempa bumi.
"Prioritas utama saat ini adalah penyelamatan masyarakat yang disinyalir masih memerlukan pertolongan atau terjebak di dalam bangunan," tegasnya.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri