Peringatan Hari Damai Aceh Ricuh: TNI Imbau Hormati Simbol Negara
BANDA ACEH – Peringatan Hari Damai Aceh yang digelar di halaman Masjid Baiturrahman, Banda Aceh pada Sabtu, 15 Agustus 2026, berlangsung ricuh. Insiden ini memicu keprihatinan mendalam dari Markas Besar (Mabes) TNI, khususnya terkait aksi penurunan bendera Merah Putih oleh oknum massa di lokasi acara.
Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen TNI Muhammad Nas, menyampaikan permintaan agar seluruh elemen masyarakat menahan diri dan menjunjung tinggi penghormatan terhadap simbol negara. Ia menegaskan bahwa suasana damai yang telah terbangun di Aceh harus dijaga bersama agar tidak kembali memicu konflik horizontal.
“Sangat kami sayangkan kejadian itu. TNI menghimbau mari kita hormati simbol negara dan kepada seluruh pihak agar sama-sama menjaga ketertiban serta tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik dan mengganggu suasana damai,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (16/8/2026).
Kronologi Kericuhan di Lokasi Acara
Kericuhan bermula ketika massa yang hadir dalam acara peringatan terlibat bentrokan dengan petugas gabungan TNI-Polri. Massa dilaporkan melempar batu ke arah aparat, sementara petugas merespons dengan tembakan peringatan ke udara serta penggunaan gas air mata untuk membubarkan massa.
Suasana yang semula khidmat berubah menjadi tegang dalam hitungan menit. Sejumlah kendaraan pribadi dilaporkan mengalami kerusakan akibat aksi pelemparan batu. Informasi yang beredar dari lokasi juga menyebutkan adanya kendaraan dinas milik aparat TNI yang dibakar massa dalam insiden tersebut.
Artikel Terkait
Gempa NTT Hari Ini: Korban Jiwa Capai 40 Orang, Update Terbaru Sabtu 15 Agustus 2026
Bentrokan Mahasiswa Papua di Makassar Ricuh: Aksi Saling Lempar Batu Warnai Demo KNPB di Jalan Sultan Alauddin
Kapal Pesiar J7 Explorer Haji Isam Viral: Ternyata Ini Misi Rahasia Kemhan untuk Ketahanan Pangan di Papua
Gempa Flores M 7,7: Ibu dan Bayi Ditemukan Tewas Berpelukan di Reruntuhan Manggarai