Jenazah Neregingget telah dikremasi pada hari yang sama. Sementara Inkolung masih menjalani perawatan di Distrik Jila.
TNI memperkirakan kelompok yang membawa paksa sembilan warga itu berjumlah sekitar 15 orang. Namun, identitas dan asal kelompok tersebut masih didalami.
Jozanda menyebut kelompok itu diduga berbeda dari kelompok bersenjata yang selama ini dikenal di wilayah tersebut. Perbedaan bahasa menjadi salah satu petunjuk yang sedang ditelusuri aparat.
“Untuk kelompok ini dari mana, kami sedang melakukan investigasi. Nanti saya informasikan lagi. Ini kelompok baru karena bahasanya berbeda dengan masyarakat di sana,” katanya.
Sembilan warga yang diduga dibawa paksa masing-masing Nemerina Wamang (17) yang sedang hamil muda, Alin Mesawarol (kelas VI SD), Nopi Aim (kelas IV SD), Opinte Meswaro (kelas III SD), Yonita Senawatme (18), Meria Nibilingame (15), Wena Katagame (18), Ilimin Onawame (18), dan Miante Nibilingame (13).
TNI memastikan pengejaran terus dilakukan untuk menemukan sembilan warga tersebut. Aparat juga memburu pelaku untuk mengungkap motif serta identitas kelompok yang diduga berada di balik aksi tersebut.
Situasi di Distrik Jila dilaporkan mulai kondusif. Namun, akses transportasi udara menuju wilayah itu masih belum beroperasi, sementara operasi pengejaran dan penyelamatan terus berlangsung.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri