Kisah Keisha dan Dedi Mulyadi: Mahasiswa Baru Unpad Trauma Usai Dihujat Gubernur, Semangat Kuliah Sirna

- Kamis, 20 Agustus 2026 | 06:50 WIB
Kisah Keisha dan Dedi Mulyadi: Mahasiswa Baru Unpad Trauma Usai Dihujat Gubernur, Semangat Kuliah Sirna

Kontroversi semakin memuncak ketika gubernur yang akrab disapa KDM itu mengkritik pilihan program studi Keisha. Dedi menilai jurusan Administrasi Pemerintahan sudah terlalu banyak dan membandingkannya dengan penumpukan tenaga kerja daerah. "Udah kebanyakan. Yang sekarang aja P3K belum diangkat jadi pegawai negeri sipil semua, ini nambah lagi nih jurusan," tuturnya. Saat ditanya mengapa tidak mengambil jurusan kedokteran, Keisha menjelaskan keterbatasan ekonomi dan latar belakang pendidikannya dari jurusan IPS.

Netizen juga menyoroti kelakar Dedi yang dinilai tidak sensitif, seperti saat menyindir kondisi makan sekali sehari. "Kamu makan sehari cuman sekali? sama dong kayak saya, kategori miskin ini," ujar KDM di panggung.

Bantuan Finansial vs Trauma Psikologis

Meskipun sesi interaktif tersebut ditutup dengan aksi simpati konkret—Dedi Mulyadi mengumumkan siap menanggung biaya kuliah Keisha selama lima semester dan biaya kos selama dua tahun ditanggung alumni Unpad—kompensasi finansial tersebut tidak serta-merta menghapus trauma psikologis akibat pembongkaran privasi keluarga di ruang publik.

Reaksi keras netizen pun membanjiri platform X. "EH SEDIH BANGET YA AMPUNN.. jujur liat videonya aja gue marah bgt sama kdm kdm itu. HUHU kasian banget baru jga jdi maba udh dapet pengalaman ga ngenakin gni," ujar akun @lalalalalalosty. Akun @Xlosely menambahkan, "Anak baru lulus SMA, belum juga start kuliah udah di permalukan depan umum begitu, begimane kaga ilang semangatye, kita yang udah tuwir juga bakal hilang muka kalo kejadian begitu. Semangat keishaaa."

Tragedi yang menimpa Keisha kini memicu diskursus luas mengenai batas etika pejabat publik saat berinteraksi dengan mahasiswa di ruang terbuka. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya empati dan kepekaan dalam setiap komunikasi publik.


Halaman:

Komentar