Proses evakuasi korban terus dilakukan tim SAR gabungan dengan peralatan terbatas mengingat kondisi bangunan yang labil.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf turut menjenguk Haikal dan korban santri lainnya di rumah sakit pada Rabu siang. Dia mengaku kagum dengan kekuatan mental Haikal yang tetap bisa berkomunikasi dengan tim penyelamat meski dalam kondisi terjepit reruntuhan.
“Haikal luar biasa. Dia mampu bertahan lebih dari 24 jam sambil tetap berinteraksi dengan tim SAR. Ini menunjukkan ketahanan yang kuat dari seorang anak santri,” ujar Mensos.
Proses penyelamatan Haikal berlangsung jauh lebih lama dari perkiraan tim SAR. Menurut petugas, tingkat kesulitan sangat tinggi karena akses menuju lokasi korban tertutup reruntuhan beton yang tidak stabil.
Meski penuh tantangan, keberhasilan menyelamatkan Haikal menjadi kabar baik di tengah duka mendalam akibat tragedi musala ambruk di Ponpes Al Khoziny
Sumber: inews
Artikel Terkait
IPW: Polisi Diadang Oknum TNI Saat Gerebek Gudang Timah Ilegal 28 Ton di Belitung Timur
Kericuhan Peringatan 21 Tahun Perdamaian Aceh: Massa Rusak Lambang Garuda dan Bendera Merah Putih di Pendopo Gubernur
Gempa NTT Magnitudo 7,7 Tewaskan 38 Orang: Evakuasi Korban Terjebak Reruntuhan Masih Berlangsung
Kericuhan Peringatan 21 Tahun Perdamaian Aceh di Baiturrahman: Massa Lempar Batu, Aparat Balas Gas Air Mata