Kasus Kekerasan Seksual di SMK Negeri 1 Bone: Guru dan Siswa Diduga Setubuhi Siswi
Sebuah tragedi memilukan terjadi di lingkungan SMK Negeri 1 Bone. Seorang siswi diduga menjadi korban kekerasan seksual yang melibatkan gurunya sendiri dan dua orang pelaku lainnya. Kasus yang mencuat ini membongkar modus kejahatan berkedok kegiatan positif.
Modus Kekerasan Seksual Berkedok Perguruan Silat
Pelaku utama dalam kasus kekerasan seksual ini adalah seorang guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) berinisial AS. Ia diduga beraksi bersama rekannya, MU, dan seorang siswa di sekolah yang sama berinisial SA. Ketiganya diduga menyetubuhi korban secara bergiliran dengan memanfaatkan kegiatan perguruan silat sebagai alat untuk menjerat korbannya.
Kronologi dan Doktrin Pelaku
Menurut pendamping korban dari Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Bone, Martina Majid, pelaku menggunakan dalih mengikuti perguruan silat untuk mendekati korban. Korban kemudian disugesti atau didoktrin untuk tunduk kepada pelaku.
"Saat disetubuhi, korban antara sadar dan tidak," ungkap Martina. Ia mendesak agar pelaku utama, AS dan MU, segera ditangkap dan tidak dibiarkan lepas dari jerat hukum. Martina menegaskan bahwa AS sudah berperan sebagai predator yang memanfaatkan posisi dan pengaruhnya di lingkungan sekolah.
Artikel Terkait
Ledakan Rumah Mewah Grand Polonia Medan: Diduga Akibat Kebocoran Pipa Gas Bawah Tanah
Pemuda di Grobogan Rudapaksa Nenek 90 Tahun Saat Keluarga Pergi Takziah, Terancam 12 Tahun Penjara
ASN BPN Nias Tewas Lompat dari Lantai 12 Usai Diperas Wanita Pesanan MiChat
Remaja di Sampang Jadi Korban Pemerkosaan 27 Pria, 12 Tersangka Ditangkap