Pelaku Ditangkap, Keluarga Tuntut Keadilan Qisas
Otoritas Arab Saudi dikabarkan telah menangkap pelaku dan kasus ini masih dalam proses investigasi. KBRI Riyadh terus berkoordinasi menyampaikan perkembangan kepada keluarga. Keluarga korban menuntut keadilan agar pelaku dihukum setimpal (qisas).
"Kami sekeluarga ikhlas kalau memang sudah takdir meninggal di sana. Tapi kami tidak ikhlas kalau memang ada motif lain, apalagi sampai dianiaya," tegas Maghfuroh.
Peringatan Keras Bagi Calon PMI Ilegal
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Indramayu, Asep Kurniawan, menegaskan bahwa berangkat sebagai PMI ilegal memiliki risiko sangat tinggi. PMI ilegal tidak mendapat pelatihan, perlindungan kerja, dan identitasnya tidak tercatat negara, sehingga perlindungannya sangat terbatas.
“Karena ini pengiriman ke Timur Tengah, otomatis almarhumah dikirimkan secara unprosedural. PMI berstatus ilegal ini perlindungannya terbatas,” jelas Asep.
Pemerintah daerah mengimbau calon PMI untuk selalu menggunakan jalur resmi. Dengan begitu, negara dapat langsung memberikan bantuan dan perlindungan jika terjadi masalah di luar negeri.
“Sekali lagi kami mengimbau agar calon PMI untuk menempuh jalur resmi. Sehingga negara juga bisa langsung hadir apabila PMI mendapat permasalahan di luar negeri,” tutup Asep.
Artikel Terkait
Pesawat Garuda Indonesia Penyok Diduga Tertabrak Objek Asing: Kronologi & Penjelasan Resmi
3 WNI Hilang Usai Kapal Meledak di Selat Hormuz: Kronologi & Update Pencarian
Remaja Tewas Tertembak Polisi di Makassar: Kronologi Lengkap & Pengakuan Keluarga
Oknum TNI Aniaya Driver Online di Serpong, Pistol Ternyata Mainan: Kronologi Lengkap