Pelaku Ditangkap, Keluarga Tuntut Keadilan Qisas
Otoritas Arab Saudi dikabarkan telah menangkap pelaku dan kasus ini masih dalam proses investigasi. KBRI Riyadh terus berkoordinasi menyampaikan perkembangan kepada keluarga. Keluarga korban menuntut keadilan agar pelaku dihukum setimpal (qisas).
"Kami sekeluarga ikhlas kalau memang sudah takdir meninggal di sana. Tapi kami tidak ikhlas kalau memang ada motif lain, apalagi sampai dianiaya," tegas Maghfuroh.
Peringatan Keras Bagi Calon PMI Ilegal
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Indramayu, Asep Kurniawan, menegaskan bahwa berangkat sebagai PMI ilegal memiliki risiko sangat tinggi. PMI ilegal tidak mendapat pelatihan, perlindungan kerja, dan identitasnya tidak tercatat negara, sehingga perlindungannya sangat terbatas.
“Karena ini pengiriman ke Timur Tengah, otomatis almarhumah dikirimkan secara unprosedural. PMI berstatus ilegal ini perlindungannya terbatas,” jelas Asep.
Pemerintah daerah mengimbau calon PMI untuk selalu menggunakan jalur resmi. Dengan begitu, negara dapat langsung memberikan bantuan dan perlindungan jika terjadi masalah di luar negeri.
“Sekali lagi kami mengimbau agar calon PMI untuk menempuh jalur resmi. Sehingga negara juga bisa langsung hadir apabila PMI mendapat permasalahan di luar negeri,” tutup Asep.
Artikel Terkait
Pelatih Voli Cirebon Cabuli Anak Didik 13 Tahun hingga Hamil, Ancaman Hukum 9 Tahun Penjara
Longsor di Tanah Datar Tutup Sungai, Ancaman Banjir Bandang Mengintai Warga
Kasus Mutilasi Ibu Kandung di Lahat: Kronologi & Dampak Fatal Judi Online
TNI AL Amankan Drone Bawah Laut Asing di Selat Lombok, Diduga dari China