Peluru Nyasar TNI di Padang: Mahasiswi UNP dan Warga Sipil Jadi Korban Latihan Militer

- Rabu, 03 Juni 2026 | 01:25 WIB
Peluru Nyasar TNI di Padang: Mahasiswi UNP dan Warga Sipil Jadi Korban Latihan Militer



MULT AQOMEDIA.COM - Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol mengonfirmasi insiden peluru nyasar yang menimpa dua warga sipil di Sumatera Barat, termasuk seorang mahasiswi Universitas Negeri Padang (UNP). Peristiwa ini terjadi pada Selasa sore sekitar pukul 17.05 WIB, memicu investigasi intensif dari pihak TNI.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XX/Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kav Taufiq, menyatakan bahwa insiden ini melibatkan dua saudara kita yang diduga terkena peluru nyasar. Saat kejadian, satuan Batalion Infanteri (Yonif) TP 897/Singgalang sedang melaksanakan latihan rutin. Namun, pihak TNI belum dapat memastikan apakah peluru tersebut berasal dari satuan mereka atau tidak.

"Saat ini, TNI masih mengumpulkan informasi dan melakukan investigasi mendalam terkait kejadian ini," ujar Taufiq di Kota Padang, Selasa malam. Proses investigasi bertujuan untuk mengklarifikasi asal-usul peluru dan mencegah insiden serupa di masa depan.

Akibat insiden ini, seorang mahasiswi UNP dan seorang warga sipil lainnya dilarikan ke rumah sakit swasta untuk penanganan awal. Selanjutnya, mereka dipindahkan ke Rumah Sakit dr. Reksodiwiryo atau Rumah Sakit Tentara untuk menjalani operasi pengangkatan proyektil. Kondisi kedua korban saat ini dalam pemantauan medis intensif.

Sekretaris UNP, Erianjoni, membenarkan bahwa mahasiswi yang menjadi korban adalah seorang mahasiswi Jurusan Sosiologi. Insiden terjadi di sekitar kawasan rektorat kampus, tepat setelah mahasiswi tersebut merayakan hasil ujian seminar proposal. Peluru dilaporkan mengenai bagian paha atau kaki korban.

Selain mahasiswi UNP, seorang warga lainnya yang merupakan anggota keluarga mahasiswa juga diduga terkena peluru nyasar di lokasi yang sama. "Satu lagi korban adalah keluarga mahasiswa yang sedang berada di kampus," tambah Erianjoni.

Pihak kampus UNP saat ini aktif mendampingi kedua korban di salah satu rumah sakit swasta di Kota Padang. Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan korban mendapatkan perawatan optimal dan dukungan psikologis pasca-insiden.

Insiden peluru nyasar ini menjadi perhatian publik, terutama terkait keselamatan warga sipil di sekitar area latihan militer. Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol berkomitmen untuk mengusut tuntas kejadian ini dan mengambil langkah preventif agar tidak terulang kembali. Masyarakat diimbau tetap tenang dan mempercayakan proses investigasi kepada pihak berwenang.

Komentar