Panglima TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Brigjen Elkius Kobak, mengklaim penembakan terhadap pilot dilakukan atas perintahnya. Kelompok ini menegaskan telah mengeluarkan larangan bagi pesawat sipil memasuki wilayah operasi mereka di Yahukimo. TPNPB juga menyerukan kepada pemerintah AS, Belanda, PBB, dan Indonesia untuk membuka perundingan internasional guna menyelesaikan konflik Papua yang telah berlangsung puluhan tahun.
TPNPB kembali memperingatkan maskapai dan pilot sipil untuk tidak memasuki zona operasi mereka. Kelompok ini mengancam akan melakukan tindakan serupa terhadap pesawat yang dianggap membantu distribusi personel dan logistik militer Indonesia. Pasukan TPNPB diklaim telah meninggalkan lokasi kejadian menuju arah Dekai dan meminta aparat keamanan tidak melakukan operasi terhadap warga sipil.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari TNI, Polri, atau otoritas penerbangan terkait klaim TPNPB. Identitas korban, kondisi pilot, dan detail insiden di Kampung Balinggama masih belum terkonfirmasi. Namun, Kepala Kepolisian Resor Yahukimo, Ajun Komisaris Besar Polisi Zet Salino, membenarkan bahwa kelompok kriminal bersenjata (KKB) membakar pesawat milik AMA dengan kode penerbangan PK-RCY.
“Hingga kini kami masih mengumpulkan data terkait insiden tersebut, termasuk rencana evakuasi terhadap para korban,” kata Kapolres. Ia menambahkan bahwa lokasi kejadian hanya dapat dijangkau dengan pesawat selama 30 menit dari Dekai, ibu kota Kabupaten Yahukimo. Data sementara menyebutkan pesawat tersebut dipiloti Nicholas F Goselin, warga AS, dan terbang dari Wamena menuju Balinggama dengan membawa tujuh penumpang, yaitu Eston Sobolim, Kluenang Sobolim, Toni Balingga, Elina Sobolim, Ona Sobolim, Lisenia Balingga, dan Vaince Amo Hoso.
Artikel Terkait
Menteri P2MI Ungkap 3 PMI Korban Penganiayaan Majikan di Malaysia, Bukan Hanya Satu TKW
BMKG Konfirmasi Tsunami 9-18 Cm Terdeteksi di 3 Lokasi Usai Gempa 7,7 Laut Sulawesi
Gempa M6,5 Susulan Guncang Tahuna Sangihe Usai Gempa Utama M7,7, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami
Peluru Nyasar TNI di Padang: Mahasiswi UNP dan Warga Sipil Jadi Korban Latihan Militer