Sementara itu, memar di kepala dipastikan bukan penyebab kematian. Luka lain pada tubuh muncul setelah korban meninggal akibat aktivitas serangga. Temuan ini diperkuat hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik Polda Riau yang menyatakan bercak darah pada jarum suntik identik dengan DNA korban.
Rekaman CCTV dan Pesan Terakhir yang Belum Terkirim
Penyidik menelusuri rekaman CCTV dari dua lokasi berbeda. Hasilnya, korban terlihat berjalan seorang diri menuju lokasi pada malam sebelum ditemukan meninggal dunia. Polisi tidak menemukan adanya orang lain yang mendampingi korban.
Dalam proses digital forensik, penyidik menemukan sebuah pesan yang belum sempat terkirim kepada istri korban. Pesan tersebut berbunyi: "Maaf sayang, aku udah enggak tertolong lagi."
Selain pesan tersebut, polisi juga menemukan riwayat keluhan mengenai utang pinjaman online, indikasi penggunaan uang dalam jumlah besar untuk suatu kegiatan, serta sejumlah catatan pribadi yang masih terkunci di dalam perangkat.
Tekanan Psikologis dan Beban Pendidikan PPDS
Kasatreskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos Parmulais menjelaskan bahwa hasil psikologi forensik menunjukkan korban diduga mengalami tekanan psikologis akibat akumulasi berbagai persoalan. Tekanan tersebut meliputi masalah keuangan, tanggung jawab terhadap keluarga, serta beban menjalani pendidikan sebagai peserta PPDS Anestesi.
Sebagai peserta PPDS Anestesi, korban memiliki pengetahuan dan akses terhadap obat-obatan anestesi yang diduga digunakan dalam peristiwa tersebut.
Imbauan Polres Siak untuk Masyarakat
Polres Siak mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi serta menghormati privasi keluarga yang masih berduka. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental, khususnya bagi para tenaga medis yang menjalani pendidikan dengan tekanan tinggi.
Artikel Terkait
IPW: Polisi Diadang Oknum TNI Saat Gerebek Gudang Timah Ilegal 28 Ton di Belitung Timur
Kericuhan Peringatan 21 Tahun Perdamaian Aceh: Massa Rusak Lambang Garuda dan Bendera Merah Putih di Pendopo Gubernur
Gempa NTT Magnitudo 7,7 Tewaskan 38 Orang: Evakuasi Korban Terjebak Reruntuhan Masih Berlangsung
Kericuhan Peringatan 21 Tahun Perdamaian Aceh di Baiturrahman: Massa Lempar Batu, Aparat Balas Gas Air Mata