“Hari ini populer, besok bisa terjun bebas. Semua tergantung manuver politik yang dilakukan,” tegasnya.
Adi menilai karakter blak-blakan dan gaya “koboi” Purbaya menjadi salah satu faktor yang membuatnya menarik perhatian publik. Namun, jika gaya itu mulai hilang, maka simpati publik bisa menurun drastis.
“Kalau Purbaya tiba-tiba di kemudian hari tidak lagi memakai gaya koboinya, tidak lagi blak-blakan, tidak lagi gaspol, maka respons publik akan negatif. Siap-siap saja menteri ini akan dibully dan dikritik,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa popularitas tidak akan bertahan lama jika tidak diikuti dengan kebijakan nyata yang berdampak langsung pada masyarakat.
“Kalau gaya politik Purbaya hanya sebatas gimik atau retorika politik tanpa melahirkan kebijakan yang esensial di bidang ekonomi, maka siap-siaplah, orang seperti Purbaya yang kini paling populer bisa kehilangan dukungan publik,” tutupnya.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Menhan Sjafrie Lantik 12 Tenaga Ahli DPN, Termasuk Noe Letto dan Anak Hotman Paris
Kurnia Tri Royani Menangis Dikhianati Eggi Sudjana? Kronologi Lengkap Konflik Ijazah Jokowi
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis Bebas Setelah Restoratif Justice
Polemik Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai: Analisis Penyebab dan Kaitannya dengan Pengaruh Politik