"Soal tangkapan layar yang beredar, siapa pun bisa bikin seperti itu. Itu palsu," tegas Guntur kepada RMOL di Jakarta, Selasa 11 November 2025.
Menurut Guntur, tujuan penyebaran hoaks ini jelas, yaitu untuk melakukan pembusukan dan mengkambinghitamkan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.
Guntur Romli menambahkan bahwa sikap penolakan terhadap Soeharto di internal PDIP adalah hal yang alami dan tidak memerlukan instruksi dari Sekjen.
"Penolakan terhadap Soeharto itu DNA kader-kader PDI Perjuangan, karena DNA kami melawan kezaliman, pembantaian manusia, KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme), dan bela rakyat kecil. Tidak perlu nunggu instruksi bagi kader-kader PDI Perjuangan untuk menolak Soeharto," pungkasnya.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
PKS Tolak Kenaikan Harga BBM Subsidi 2026: Solusi Alternatif & Dampak ke APBN
Syahganda Nainggolan Sebut Hanya Soekarno dan Prabowo Presiden Ideologis, Ini Alasannya
Buni Yani Kritik KPK: Fokus ke Kasus Fadia Arafiq, Abaikan Dugaan ke Keluarga Jokowi?
Jokowi dan Langkah Politik Menuju 2029: Analisis Pakar Soal Pengaruh dan Dukungan ke PSI