Meski memberi sindiran, Khozinudin menilai langkah kedua tersangka tersebut sebagai dinamika hidup yang wajar. "Tak perlu menganggap itu anomali. Biasa saja. Ada yang lurus ada yang bengkok. Ada yang tegak ada yang loyo, ada pemberani ada pengecut," katanya.
Ia kemudian menambahkan kalimat tegas, "Ada pejuang ada pecundang."
Lebih lanjut, Khozinudin menyatakan bahwa keputusan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis harus menjadi bahan introspeksi. "Jangan berjuang mencari pamrih materi, baik pujian, harta, kedudukan, hingga dianggap sebagai pahlawan," pungkasnya.
Kasus ini terus menjadi sorotan publik, menyusul perkembangan terbaru dengan ditemuinya Jokowi oleh dua tersangka yang sebelumnya aktif menyuarakan kritik terkait isu ijazah.
Artikel Terkait
Prabowo dan Luhut Bahas Strategi Ekonomi & Digitalisasi Bansos di Istana
Analisis Sentilan JK ke Jokowi: Beban Sejarah & Akar Kekecewaan Politik Terungkap
JK Beri Sinyal ke Jokowi untuk Tertibkan Termul? Analisis Lengkap & Terkini
Kontroversi Kebijakan ESDM Bahlil Lahadalia: Kenaikan BBM & Elpiji Picu Sorotan Publik