Meski memberi sindiran, Khozinudin menilai langkah kedua tersangka tersebut sebagai dinamika hidup yang wajar. "Tak perlu menganggap itu anomali. Biasa saja. Ada yang lurus ada yang bengkok. Ada yang tegak ada yang loyo, ada pemberani ada pengecut," katanya.
Ia kemudian menambahkan kalimat tegas, "Ada pejuang ada pecundang."
Lebih lanjut, Khozinudin menyatakan bahwa keputusan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis harus menjadi bahan introspeksi. "Jangan berjuang mencari pamrih materi, baik pujian, harta, kedudukan, hingga dianggap sebagai pahlawan," pungkasnya.
Kasus ini terus menjadi sorotan publik, menyusul perkembangan terbaru dengan ditemuinya Jokowi oleh dua tersangka yang sebelumnya aktif menyuarakan kritik terkait isu ijazah.
Artikel Terkait
Rocky Gerung Dukung Chatib Basri Jadi Menteri Keuangan: MCB Yes, MBG No
Rocky Gerung Sebut Chatib Basri Solusi di Tengah Krisis Rupiah dan Isu Mundur Menkeu Purbaya
Prabowo Tindak Tegas Korupsi BGN: Bukti Komitmen Bersihkan Program Makan Bergizi Gratis
Sinyal 98 Jilid 2 Menguat, Noel Desak Prabowo Segera Rangkul PDIP dan Habib Rizieq