Meski memberi sindiran, Khozinudin menilai langkah kedua tersangka tersebut sebagai dinamika hidup yang wajar. "Tak perlu menganggap itu anomali. Biasa saja. Ada yang lurus ada yang bengkok. Ada yang tegak ada yang loyo, ada pemberani ada pengecut," katanya.
Ia kemudian menambahkan kalimat tegas, "Ada pejuang ada pecundang."
Lebih lanjut, Khozinudin menyatakan bahwa keputusan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis harus menjadi bahan introspeksi. "Jangan berjuang mencari pamrih materi, baik pujian, harta, kedudukan, hingga dianggap sebagai pahlawan," pungkasnya.
Kasus ini terus menjadi sorotan publik, menyusul perkembangan terbaru dengan ditemuinya Jokowi oleh dua tersangka yang sebelumnya aktif menyuarakan kritik terkait isu ijazah.
Artikel Terkait
IPW Kritik Keras Febrie Belum Ditahan, Desak Prabowo Copot Jaksa Agung ST Burhanuddin
Perubahan Posisi Duduk Gibran di Sidang Kabinet: Ini Penjelasan Mensesneg
Prabowo Syok Temukan Kerusakan Indonesia Stadium Akibat Salah Urus, Dana Rp Ribuan Triliun Raib
Sidang Etik 6 Pimpinan KPU RI: Pelanggaran Administrasi Dokumen Pencalonan Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019