Ia berpendapat, pihak-pihak tersebut tak berbeda dengan mereka yang melakukan korupsi terhadap negara. Kemudian Prabowo mengancam akan menertibkan para pihak tersebut.
"Mungkin karena merasa kalah, tidak punya kekuasaan, atau ada pihak yang hilang rezeki, terutama maling-maling, koruptor-koruptor ya kan. Ya merasa rugi dong dengan pemerintah kita. Kita mau tertibkan (mereka)," ujarnya.
Ketua Umum Partai Gerindra itu lalu menyebut dirinya memperoleh data intelijen sebagai presiden. Kemudian menyebut ada kelompok yang membiayai pihak pengamat yang disebutkannya tadi.
"Ya saya juga punya data-data intelijen ya kan, kalau dulu kan saya di luar pemerintah, sekarang saya presidennya. Jadi saya setiap hari dapat laporan intel ya kan. Jadi saya ngertilah, saya sudah tahu siapa yang biayai-biayai. Pada saatnya lah kita tertibkan itu semua. Tapi sekarang kita masih berusaha dengan cara-cara yang meyakinkan," tegasnya.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia