Ia berpendapat, pihak-pihak tersebut tak berbeda dengan mereka yang melakukan korupsi terhadap negara. Kemudian Prabowo mengancam akan menertibkan para pihak tersebut.
"Mungkin karena merasa kalah, tidak punya kekuasaan, atau ada pihak yang hilang rezeki, terutama maling-maling, koruptor-koruptor ya kan. Ya merasa rugi dong dengan pemerintah kita. Kita mau tertibkan (mereka)," ujarnya.
Ketua Umum Partai Gerindra itu lalu menyebut dirinya memperoleh data intelijen sebagai presiden. Kemudian menyebut ada kelompok yang membiayai pihak pengamat yang disebutkannya tadi.
"Ya saya juga punya data-data intelijen ya kan, kalau dulu kan saya di luar pemerintah, sekarang saya presidennya. Jadi saya setiap hari dapat laporan intel ya kan. Jadi saya ngertilah, saya sudah tahu siapa yang biayai-biayai. Pada saatnya lah kita tertibkan itu semua. Tapi sekarang kita masih berusaha dengan cara-cara yang meyakinkan," tegasnya.
Artikel Terkait
IPW Kritik Keras Febrie Belum Ditahan, Desak Prabowo Copot Jaksa Agung ST Burhanuddin
Perubahan Posisi Duduk Gibran di Sidang Kabinet: Ini Penjelasan Mensesneg
Prabowo Syok Temukan Kerusakan Indonesia Stadium Akibat Salah Urus, Dana Rp Ribuan Triliun Raib
Sidang Etik 6 Pimpinan KPU RI: Pelanggaran Administrasi Dokumen Pencalonan Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019