Ia merinci bahwa sepuluh tahun terakhir merupakan periode 'hancur-hancuran'. Beberapa poin kerusakan yang disebutkan meliputi:
- Kehancuran pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
- Utang negara yang berlipat ganda.
- Absennya pertanggungjawaban atas kondisi tersebut.
Proyek Infrastruktur dan Isu Markup
Ryaas juga menyoroti proyek-proyek infrastruktur besar. Ia menuding banyak proyek pemerintah mengandung markup, dengan menyebut contoh proyek kereta cepat Whoosh yang menjadi polemik.
"Jadi ini (Whoosh) luar biasa korupsinya. Itu pun dilindungi oleh Pak Prabowo," tandasnya. Ia mengkritik upaya Menteri Pertahanan saat itu, Prabowo Subianto, yang disebutnya berusaha mengambil alih pembahasan masalah proyek yang bermasalah.
Pernyataan kontroversial dari akademisi senior ini kembali memantik perdebatan publik mengenai evaluasi kinerja pemerintahan era Joko Widodo.
Artikel Terkait
Merger Gerindra dan NasDem 2026: Prabowo-Surya Paloh Bahas Akuisisi Partai?
KNPI Kritik Ubedilah Badrun: Tuduhan Beban Bangsa Dinilai Menyesatkan Publik
Perebutan Kendali Partai NasDem 2026: Bisnis Surya Paloh Terancam, Masa Depan Partai Dipertaruhkan
Pemerintah Prabowo Diminta Tak Reaktif Tanggapi Usulan JK: Analisis dan Saran Kebijakan