Ia merinci bahwa sepuluh tahun terakhir merupakan periode 'hancur-hancuran'. Beberapa poin kerusakan yang disebutkan meliputi:
- Kehancuran pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
- Utang negara yang berlipat ganda.
- Absennya pertanggungjawaban atas kondisi tersebut.
Proyek Infrastruktur dan Isu Markup
Ryaas juga menyoroti proyek-proyek infrastruktur besar. Ia menuding banyak proyek pemerintah mengandung markup, dengan menyebut contoh proyek kereta cepat Whoosh yang menjadi polemik.
"Jadi ini (Whoosh) luar biasa korupsinya. Itu pun dilindungi oleh Pak Prabowo," tandasnya. Ia mengkritik upaya Menteri Pertahanan saat itu, Prabowo Subianto, yang disebutnya berusaha mengambil alih pembahasan masalah proyek yang bermasalah.
Pernyataan kontroversial dari akademisi senior ini kembali memantik perdebatan publik mengenai evaluasi kinerja pemerintahan era Joko Widodo.
Artikel Terkait
IPW Kritik Keras Febrie Belum Ditahan, Desak Prabowo Copot Jaksa Agung ST Burhanuddin
Perubahan Posisi Duduk Gibran di Sidang Kabinet: Ini Penjelasan Mensesneg
Prabowo Syok Temukan Kerusakan Indonesia Stadium Akibat Salah Urus, Dana Rp Ribuan Triliun Raib
Sidang Etik 6 Pimpinan KPU RI: Pelanggaran Administrasi Dokumen Pencalonan Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019