Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Prabowo Tegur Gubernur BI Perry Warjiyo
MULTAQOMEDIA.COM - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami tekanan berat hingga menembus level psikologis Rp18.000. Sebelum kondisi ini terjadi, Presiden Prabowo Subianto diketahui telah memberikan teguran keras kepada Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta pada 5 Mei 2026.
Rapat Tertutup di Istana Bahas Stabilitas Rupiah
Saat rapat berlangsung, posisi rupiah masih berada di kisaran Rp17.400 per dolar AS. Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu setengah jam tersebut, Presiden Prabowo secara langsung mempertanyakan efektivitas kebijakan moneter Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas pasar keuangan dan menahan tekanan terhadap mata uang nasional.
Langkah BI Sebelum Rupiah Melemah Tajam
Bank Indonesia sebenarnya telah mengambil sejumlah langkah stabilisasi untuk meredam gejolak nilai tukar. Upaya tersebut mencakup intervensi di pasar valuta asing (valas), penguatan arus modal masuk, hingga pembatasan pembelian dolar AS tanpa underlying transaction.
Perry Warjiyo saat itu menegaskan bahwa Bank Indonesia memiliki kapasitas yang memadai untuk menjaga stabilitas rupiah berkat dukungan cadangan devisa yang kuat.
"Cadangan devisa kami lebih, cukup untuk melakukan stabilisasi rupiah," ujar Perry dalam rapat tersebut.
Selain intervensi valas, Bank Indonesia juga menurunkan batas maksimal pembelian dolar AS menjadi US$25 ribu per orang setiap bulan untuk menekan permintaan spekulatif.
Artikel Terkait
Isu Reshuffle Kabinet: Purbaya Dicopot, Rupiah Tertekan, Prabowo Gelar Rapat Tertutup
Analisis Hensa: Gangguan pada Teddy Berujung Penangkapan Koruptor?
Jokowi-Prabowo Diduga Pecah Kongsi Usai Dadan Hindayana Dicopot dan Dijerat Tersangka Korupsi
Kritik Ratna Sarumpaet ke Nanik S Deyang: Integritas Kepala BGN Dipertanyakan