MULTAQOMEDIA.COM - Penangkapan pengamat telematika Roy Suryo dan Dokter Tifa dalam kasus dugaan pencemaran nama baik terkait polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi menuai kritik tajam dari berbagai kalangan. Langkah Kepolisian ini dinilai kontroversial dan berdampak negatif terhadap citra institusi penegak hukum di Indonesia.
Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi, menilai bahwa penanganan perkara oleh Kepolisian justru memperburuk kepercayaan publik. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto perlu segera melakukan evaluasi terhadap kinerja Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, khususnya dalam kasus yang menyeret Roy Suryo dan Dokter Tifa ini.
"Sudah saatnya Kapolri dievaluasi oleh Presiden Prabowo dalam kasus penangkapan Roy dan Tifa ini. Seolah Kepolisian masih di bawah kendali Jokowi," tegas Muslim Arbi kepada wartawan di Jakarta, Minggu, 21 Juni 2026.
Muslim Arbi berpandangan bahwa polemik mengenai keaslian ijazah Jokowi masih menjadi perdebatan publik yang hangat. Oleh karena itu, ia menyarankan agar persoalan ini disikapi secara terbuka dan transparan, bukan dengan jalur hukum yang represif.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia