Presiden Prabowo juga mendorong Korps Bhayangkara untuk terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai elemen bangsa. Sinergi dengan TNI, pemerintah, tokoh masyarakat, ulama, akademisi, media, pelaku usaha, petani, nelayan, buruh, hingga seluruh lapisan masyarakat dinilai sangat penting untuk menghadapi tantangan bangsa secara bersama-sama.
"Polri tidak bisa bekerja sendiri. Harus selalu bersama institusi lain. Bersama TNI. Bersama pemerintah. Bersama semua institusi pemerintah. Bersama tokoh masyarakat. Bersama ulama. Bersama akademisi. Bersama media. Bersama pengusaha. Bersama petani, nelayan, dan buruh. Bersama seluruh rakyat Indonesia," kata Presiden.
Mengakhiri amanatnya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta seluruh jajaran. Ia menilai Polri terus melakukan pembenahan organisasi, peningkatan profesionalisme, disiplin, pelayanan publik, dan sinergi lintas sektor.
Sebagai penutup, Presiden mengingatkan seluruh insan Bhayangkara untuk senantiasa menjaga kehormatan institusi serta mengutamakan kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia.
"Jagalah kehormatan Kepolisian Republik Indonesia dan yang paling penting, jagalah bangsa dan rakyat Indonesia. Dirgahayu ke-80 Kepolisian Negara Republik Indonesia. Polri untuk masyarakat. Polri presisi untuk Indonesia maju. Selalu bersama rakyat. Selalu menjaga Indonesia. Polri di depan sebagai Bhayangkara bangsa Indonesia," pungkasnya.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia