Menurut Adi, perseteruan politik antara Jokowi dan partai yang pernah mengusungnya selama dua periode sebagai presiden ini diperkirakan masih akan terus berlangsung dalam waktu yang lama.
"Saya berpendapat bahwa perseteruan Jokowi dan PDIP, dengan judul apa pun, baik secara langsung maupun tidak langsung, hampir tidak ada obatnya dan sepertinya tidak akan pernah berakhir," tegasnya.
Adi bahkan menganalogikan konflik politik ini seperti pertikaian dalam sebuah keluarga yang sulit untuk didamaikan.
"Perang yang paling menyakitkan dan tidak ada obatnya adalah perang saudara. Hal itulah yang kemudian disimbolkan oleh hubungan PDIP dan Jokowi, mirip seperti perang saudara yang tidak berujung," pungkasnya.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia