Menurut Adi, perseteruan politik antara Jokowi dan partai yang pernah mengusungnya selama dua periode sebagai presiden ini diperkirakan masih akan terus berlangsung dalam waktu yang lama.
"Saya berpendapat bahwa perseteruan Jokowi dan PDIP, dengan judul apa pun, baik secara langsung maupun tidak langsung, hampir tidak ada obatnya dan sepertinya tidak akan pernah berakhir," tegasnya.
Adi bahkan menganalogikan konflik politik ini seperti pertikaian dalam sebuah keluarga yang sulit untuk didamaikan.
"Perang yang paling menyakitkan dan tidak ada obatnya adalah perang saudara. Hal itulah yang kemudian disimbolkan oleh hubungan PDIP dan Jokowi, mirip seperti perang saudara yang tidak berujung," pungkasnya.
Artikel Terkait
Megawati Pimpin Rapat Strategis PDIP: 8 Langkah Tanggap Darurat Hadapi El Nino dan Krisis Pangan 2026-2027
Prabowo Tegas ke Polri: Jangan Arogan, Terus Benahi Diri di Hari Bhayangkara ke-80
Prabowo Subianto Hormati Jokowi di HUT Bhayangkara ke-80, Momen Penuh Kehangatan Dua Presiden
Rismon Ketakutan? Roy Suryo dan Dokter Tifa Dinilai Lebih Unggul dalam Kasus Ijazah Jokowi