Menurut Direktur Eksekutif Democracy and Election Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia, Neni Nur Hayati, langkah ini menunjukkan Kaesang sengaja ingin berhadapan langsung dengan Ketua DPR RI, Puan Maharani. Selain itu, pencalonan ini juga menjadi ajang pembuktian bahwa keluarga mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih memiliki basis massa yang solid di Solo Raya.
"Pertama, Kaesang seolah sengaja ingin head to head dengan Puan Maharani dan menunjukkan bahwa Jokowi masih memiliki basis massa yang kuat di Jateng V. Kaesang juga tampaknya ingin menggeser suara dan memecah loyal voters PDIP di Jateng,” kata Neni kepada RMOL di Jakarta, Kamis, 30 Juli 2026.
Meskipun memiliki ambisi besar, Neni menilai langkah Kaesang tidak akan mudah. PSI telah dua kali gagal menembus parlemen, sementara citra partai dan personal Kaesang dinilai tengah menghadapi tantangan serius di mata publik.
"Namun, Kaesang juga akan menghadapi tantangan yang tidak mudah. Sudah dua kali PSI gagal lolos di Senayan, diperparah dengan sentimen dan persepsi publik saat ini bergeser ke arah negatif baik terhadap partai ataupun personalnya Kaesang,” ujarnya.
Neni menambahkan, segmen pemilih muda kini semakin kritis dalam melihat dinamika politik nasional. Berbagai gejolak politik yang terjadi membuat Kaesang harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan kembali simpati masyarakat.
Artikel Terkait
Dedi Mulyadi Ungguli Prabowo di Survei Pilpres 2029: SMRC dan Indikator Catat Elektabilitas Tertinggi
Perry Warjiyo Mundur Mendadak: Kisah di Balik Konflik dengan Menkeu Purbaya soal Likuiditas dan Pertumbuhan Ekonomi
Rudy Bongkar Kebohongan Jokowi: Klaim 54 Kali Makan Bareng PKL Hanya 2 Kali
FX Hadi Rudyatmo Kecewa Berat: Jokowi Dorong Gibran Maju Pilkada Solo 2020 Tanpa Pengalaman Organisasi