Bossman Mardigu dan Bima Candra: Kolaborasi Dua Pengusaha Madiun Sukses Kembangkan Mie Newmind

- Kamis, 30 Juli 2026 | 03:50 WIB
Bossman Mardigu dan Bima Candra: Kolaborasi Dua Pengusaha Madiun Sukses Kembangkan Mie Newmind





MULTAQOMEDIA.COM – Dua pengusaha sukses asal Madiun, Jawa Timur, kini menjadi sorotan berkat kolaborasi bisnis kuliner yang terus berkembang pesat. Bima Candra Karisma, S.Kom, pendiri jaringan Mie Newmind, menggandeng tokoh nasional Mardigu Wowiek Prasantyo, yang dikenal luas sebagai Bossman Mardigu. Kolaborasi ini menarik perhatian publik, terutama karena latar belakang dan rekam jejak Bossman Mardigu yang mendampingi Bima Candra dalam membesarkan merek kuliner tersebut.

Mie Newmind pertama kali didirikan pada tahun 2021 dengan konsep usaha mi modern. Bisnis ini dikembangkan melalui kerja sama strategis dengan mitra produsen berpengalaman yang berbasis di Sidoarjo. Sejak awal kemunculannya, Mie Newmind berhasil menjadi viral di berbagai platform media sosial dan dikenal sebagai salah satu unit bisnis kuliner dan gaya hidup terdepan yang digerakkan oleh figur publik ternama.

Siapa sebenarnya Bossman Mardigu di balik ekspansi bisnis ini? Pria kelahiran Madiun pada era 1960-an ini dikenal sebagai pengusaha multitalenta dan pengamat geopolitik. Popularitasnya di dunia digital melesat tajam, terutama melalui kanal YouTube "Bossman Mardigu" yang aktif sejak 2019. Kanal yang fokus pada isu geopolitik dan geoekonomi ini kini memiliki lebih dari 2 juta pelanggan dengan total tayangan mencapai 395 juta kali per Agustus 2025.

Latar belakang kehidupan pribadi pria yang juga dijuluki "Bossman Sontoloyo" ini cukup unik. Lahir dari keluarga tentara sebagai anak seorang perwira militer Angkatan Udara, masa kecil dan remaja Mardigu diwarnai dengan kebiasaan berpindah-pindah kota mengikuti tugas dinas sang ayah. Ia memulai sekolah dasar di Palembang, pindah ke Balikpapan saat kelas lima SD, hingga menyelesaikan SMA di DKI Jakarta.

Julukan "Sontoloyo" memiliki sejarah tersendiri yang berasal dari sang kakek, seorang pemilik pesantren. Sejak kecil, Mardigu dikenal sebagai pribadi yang sangat kritis dan sering melontarkan pertanyaan unik yang sulit dijawab. Julukan ini melekat sebagai ciri khas pola pikirnya yang berani dan di luar kebiasaan umum.

Pendidikan tinggi Mardigu ditempuh di San Francisco State University, California, Amerika Serikat, dengan jurusan Psikologi Bisnis selama empat tahun. Ia kemudian melanjutkan studi di bidang Criminal Minds and Forensic Investigation, yang mempelajari karakter pelaku kejahatan dan teknik penyelidikan kasus kriminal secara mendalam.


Halaman:

Komentar