Bossman Mardigu dan Bima Candra: Kolaborasi Dua Pengusaha Madiun Sukses Kembangkan Mie Newmind

- Kamis, 30 Juli 2026 | 03:50 WIB
Bossman Mardigu dan Bima Candra: Kolaborasi Dua Pengusaha Madiun Sukses Kembangkan Mie Newmind

Sekembalinya ke Indonesia pada tahun 2001, Mardigu sempat berdinas di salah satu institusi militer tinggi dan dinas rahasia militer Indonesia. Namun, masa dinasnya tidak berlangsung lama karena penyesuaian terkait spesialisasi keilmuan yang ditekuninya. Kariernya kemudian beralih ke dunia profesional dan bisnis, dimulai sebagai banker di salah satu bank ternama.

Sejak dekade 1990-an, tepatnya sekitar tahun 1996, jiwa kewirausahaan Mardigu sudah mulai terlihat. Ia tercatat mengelola beberapa badan usaha strategis, termasuk bisnis penukaran mata uang (money changer) dan pengoperasian kapal angkut khusus barang tambang di wilayah Kalimantan.

Di panggung gagasan publik dan ekonomi, Mardigu dikenal vokal menyuarakan konsep MMT (Modern Monetary Theory). Menurutnya, penerapan konsep ini dapat mengurangi ketergantungan ekonomi Indonesia terhadap dolar AS. Sebagai solusi, ia mengusulkan penciptaan mata uang baru bernama "Dinar" yang didukung oleh aset emas murni agar nilai tukarnya lebih stabil dan tahan inflasi.

Selain berkecimpung di sektor ekonomi dan bisnis, sosok yang mengaku pernah menjabat sebagai pembantu staf ahli kementerian pada 2014 hingga 2019 ini juga dikenal sebagai pengamat terorisme. Dalam rekam jejaknya, ia mengklaim telah melakukan wawancara mendalam terhadap sekitar 400 orang anggota teroris.

Di samping kesibukan mengelola bisnis dan aktivitas digital, Bossman Mardigu juga aktif dalam misi sosial dan kemanusiaan. Ia memproklamirkan diri sebagai filantropis dengan mendirikan Rumah Yatim Indonesia, sebuah lembaga kepedulian sosial yang kini membina dan mengasuh sedikitnya 1.000 santri dari berbagai daerah.

Kombinasi antara kepiawaian bisnis Bima Candra Karisma dan pemikiran strategis serta popularitas Bossman Mardigu menjadi fondasi kokoh bagi perkembangan Mie Newmind. Sinergi dua putra daerah asal Madiun ini terbukti mampu membawa merek kuliner lokal melesat menjadi pemain bergengsi di industri kuliner dan gaya hidup tanah air. (")


Halaman:

Komentar