Framing Media Sosial dan Kasus Febrie Adriansyah
Said Didu juga menguraikan bagaimana narasi di media sosial sengaja dibentuk atau di-framing untuk memojokkan Sjafrie Sjamsoeddin. Momentum penetapan tersangka eks-Jampidsus Febrie Adriansyah dimanfaatkan untuk menyerang kredibilitas tim penertiban aset. Padahal, posisi Febrie sebagai Ketua Harian Tim PKH merupakan jabatan ex-officio berdasarkan keputusan presiden, bukan karena kedekatan pribadi dengan Sjafrie.
"Berbagai narasi spekulatif yang mengaitkan temuan barang bukti kasus hukum Febrie kepada pimpinan pengarah dinilai sebagai upaya jahat untuk merusak kredibilitas tim penertiban aset," tegas Said Didu.
Di sisi lain, fakta hukum menunjukkan bahwa penanganan perkara Febrie berjalan secara independen oleh pihak berwenang. Operasional Satgas PKH dipastikan tetap berjalan akuntabel berdasarkan mekanisme Perpres tanpa bergantung pada individu tertentu. Tim ini terus bekerja menagih denda administratif dan mengembalikan jutaan hektar lahan hutan serta tambang ilegal kepada negara.
Peringatan Keras untuk Presiden Prabowo
Menutup analisisnya, Said Didu memberikan peringatan keras kepada Presiden Prabowo Subianto untuk tidak ragu mengambil tindakan tegas dalam membersihkan faksi-faksi yang memihak oligarki. Ia menegaskan bahwa Presiden kini berada pada posisi krusial, yaitu to kill or to be killed secara politik.
"Apabila langkah pembersihan pusat komando dari intervensi Geng SOP terlambat dilakukan, kekayaan alam Indonesia dikhawatirkan akan terus tergerus dan kedaulatan kepemimpinan negara berisiko jatuh kembali ke bawah kendali kekuatan oligarki," pungkasnya.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia