Jawaban tersebut langsung menyadarkan Arief Hidayat akan kondisi kontras yang terjadi di Indonesia. Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar dan tingkat religiusitas yang tinggi, Indonesia justru menghadapi berbagai persoalan serius dalam hal penegakan hukum dan tata kelola pemerintahan.
"Saya merasa terpukul, karena negeri saya yang 98 persen religius dan didominasi umat Islam, justru mengalami kerusakan paling parah seperti yang kita saksikan saat ini," ujar Arief Hidayat dengan nada prihatin.
Pengalaman berharga ini menegaskan bahwa tingkat keyakinan atau religiusitas masyarakat semata tidak cukup untuk menjamin terciptanya pemerintahan yang bersih dan kepatuhan terhadap hukum. Diperlukan kesadaran kolektif dan integritas moral yang kuat dari setiap individu, khususnya para penyelenggara negara, untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bebas dari praktik korupsi.
Artikel Terkait
Menko PMK Pratikno Bantah Mundur dari Kabinet: Tegaskan Sedang Bertugas di Bromo, Bukan Sakit
Rocky Gerung Sebut Jokowi Londo Ireng: Pengkhianat Konstitusi yang Picu Dendam Politik Megawati
Amien Rais Sebut Kubu Jokowi Bergerak Diam-diam untuk Gulingkan Prabowo, Ini Buktinya
Amien Rais Peringatkan Prabowo: Jangan Kementus Seperti Trump, Bisa Ditinggal Rakyat