Menanggapi situasi darurat ini, BNPB telah mengerahkan bantuan logistik untuk para korban. Bantuan pangan dan non-pangan disalurkan melalui gudang logistik BNPB yang berlokasi di Kabupaten Flores Timur. Selain itu, bantuan tambahan juga dikirim dari Jakarta melalui Baseops TNI AU Halim Perdanakusuma.
Total bantuan yang disiapkan pemerintah mencapai 50 ribu paket dengan berat keseluruhan 275 ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 10.500 paket telah tiba di Baseops dan merupakan kontribusi dari Sekretariat Kabinet. Distribusi bantuan ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi masyarakat terdampak.
Guncangan gempa tidak hanya dirasakan di NTT, tetapi juga meluas ke wilayah lain. Getaran terasa hingga Kabupaten dan Kota Bima di Nusa Tenggara Barat (NTB), serta Kabupaten Kepulauan Selayar di Sulawesi Selatan. Meski demikian, kondisi masyarakat di Kabupaten dan Kota Bima dilaporkan masih kondusif. BPBD Kota Bima saat ini terus melakukan pendataan dan verifikasi kondisi di lapangan untuk memastikan tidak ada korban tambahan.
Sementara itu, di Kepulauan Selayar, BPBD setempat telah mengambil langkah antisipasi dengan mendirikan pos pengungsian. Tiga titik pengungsian telah disiapkan di Kecamatan Pasimarannu, Pasilambena, dan Takabonerate untuk menampung warga yang membutuhkan tempat aman pasca-gempa.
Artikel Terkait
Amnesti Korupsi BUMN ala Prabowo Dinilai Bahaya: Bisa Jadi Celah Koruptor Mengaku dan Bebas
Amien Rais: 81 Tahun Merdeka tapi Belum Berdaulat, Kedaulatan RI Dikuasai Oligarki dan Mafia
Di Balik Gesture Jokowi ke Prabowo: Analisis Rocky Gerung Soal Suplai Energi Politik Hambalang vs Solo
Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 35%, Ancam Prabowo: Siap Berlabuh ke Anies jika Diasingkan Gerindra di Pilpres 2029?