Mantan Panglima TNI Soroti Kepemimpinan Militer: Jangan Sampai TNI Dipimpin Prajurit yang Tak Pernah Perang
MULTAQOMEDIA.COM - Mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo, kembali melontarkan pernyataan tegas terkait kualitas kepemimpinan di tubuh militer. Ia menegaskan bahwa kursi pimpinan TNI harus diisi oleh prajurit yang memiliki kapabilitas, pengalaman tempur, keberanian, serta profesionalisme tinggi.
Menurut Gatot, kualitas kepemimpinan merupakan faktor fundamental dalam menjaga TNI sebagai pilar utama pertahanan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia mengingatkan bahaya besar jika institusi pertahanan negara dipimpin oleh oknum yang tidak memiliki jam terbang di medan perang.
"Tiang utama untuk menjaga kedaulatan adalah TNI. Ketika TNI dipimpin orang-orang yang tidak pernah berperang atau takut perang, bisanya hanya berperang mulut, ya selesai sudah," tegas Gatot dalam sebuah seminar nasional.
Gatot menekankan bahwa orientasi utama TNI haruslah tetap berfokus pada kemampuan menghadapi ancaman perang. Ia menilai struktur organisasi dan jenjang kepangkatan militer perlu diselaraskan dengan kebutuhan riil pertahanan. Hal ini bertujuan agar TNI menjadi organisasi yang efektif, ramping, dan lincah dalam merespons berbagai spektrum ancaman.
"Pikiran domainnya TNI itu adalah perang. Organisasi dan pangkat hanya menyesuaikan dengan perang. Itu lebih efektif, lebih kecil, lebih lincah. Itulah militer," jelasnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa persoalan meritokrasi di lingkungan TNI tidak hanya berdampak pada urusan internal organisasi. Sistem karier berbasis prestasi ini dinilai krusial untuk memastikan TNI tetap profesional, solid, dan netral dalam mengemban tugas pokoknya sebagai penjaga kedaulatan negara.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia