"Dalam tataran etika politik pemerintahan, rivalitas seharusnya tidak menjadi variabel pengaruh dalam relasi sesama aktor politik," sambung Andi.
Ia menambahkan, kekhawatiran publik terkait minimnya pengalaman Gibran dalam pemerintahan tampak nyata dalam kasus ini.
“Inilah yang dikhawatirkan selama ini terhadap Gibran, bahwa pengalaman yang minim dalam pemerintahan akan berimplikasi negatif kepada tata laku Gibran sebagai wakil presiden,” pungkasnya.
Gibran tertangkap kamera tidak menyalami Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, saat tiba di lokasi upacara.
Ia juga tidak menyalami Menko Infrastruktur sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, serta Menko Pemberdayaan Masyarakat sekaligus Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia