"Dalam tataran etika politik pemerintahan, rivalitas seharusnya tidak menjadi variabel pengaruh dalam relasi sesama aktor politik," sambung Andi.
Ia menambahkan, kekhawatiran publik terkait minimnya pengalaman Gibran dalam pemerintahan tampak nyata dalam kasus ini.
“Inilah yang dikhawatirkan selama ini terhadap Gibran, bahwa pengalaman yang minim dalam pemerintahan akan berimplikasi negatif kepada tata laku Gibran sebagai wakil presiden,” pungkasnya.
Gibran tertangkap kamera tidak menyalami Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, saat tiba di lokasi upacara.
Ia juga tidak menyalami Menko Infrastruktur sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, serta Menko Pemberdayaan Masyarakat sekaligus Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
PKS Tolak Kenaikan Harga BBM Subsidi 2026: Solusi Alternatif & Dampak ke APBN
Syahganda Nainggolan Sebut Hanya Soekarno dan Prabowo Presiden Ideologis, Ini Alasannya
Buni Yani Kritik KPK: Fokus ke Kasus Fadia Arafiq, Abaikan Dugaan ke Keluarga Jokowi?
Jokowi dan Langkah Politik Menuju 2029: Analisis Pakar Soal Pengaruh dan Dukungan ke PSI