Menurut Jamiluddin, tujuan utama Sekolah Rakyat adalah menyediakan akses pendidikan gratis dan berkualitas, khususnya bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu, dengan tujuan memutus mata rantai kemiskinan.
Sekolah Rakyat juga berupaya membekali siswa dengan keterampilan, pola pikir positif, dan nilai-nilai luhur, agar mereka bisa mandiri dan menjadi agen perubahan.
“Jadi, Sekolah Rakyat dimaksudkan untuk memutus rantai kemiskinan, bukan untuk menjadi imigran,” kata Dosen Universitas Esa Unggul ini.
Atas dasar itu, Jamiluddin menilai bahwa mengajarkan konsep kelas migran di Sekolah Rakyat bisa menjadi bumerang dan tak sejalan dengan tujuan didirikan Sekolah Rakyat itu sendiri.
“Perlu dipikir ulang memasukkan mata ajaran imigran sebagai ekstrakurikuler di sekolah rakyat. Sebab, hal itu bisa saja nantinya dipersepsi bahwa sekolah rakyat justru mendidik anak bangsa untuk menjadi imigran,” pungkasnya.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
IPW Kritik Keras Febrie Belum Ditahan, Desak Prabowo Copot Jaksa Agung ST Burhanuddin
Perubahan Posisi Duduk Gibran di Sidang Kabinet: Ini Penjelasan Mensesneg
Prabowo Syok Temukan Kerusakan Indonesia Stadium Akibat Salah Urus, Dana Rp Ribuan Triliun Raib
Sidang Etik 6 Pimpinan KPU RI: Pelanggaran Administrasi Dokumen Pencalonan Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019