Menurut Jamiluddin, tujuan utama Sekolah Rakyat adalah menyediakan akses pendidikan gratis dan berkualitas, khususnya bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu, dengan tujuan memutus mata rantai kemiskinan.
Sekolah Rakyat juga berupaya membekali siswa dengan keterampilan, pola pikir positif, dan nilai-nilai luhur, agar mereka bisa mandiri dan menjadi agen perubahan.
“Jadi, Sekolah Rakyat dimaksudkan untuk memutus rantai kemiskinan, bukan untuk menjadi imigran,” kata Dosen Universitas Esa Unggul ini.
Atas dasar itu, Jamiluddin menilai bahwa mengajarkan konsep kelas migran di Sekolah Rakyat bisa menjadi bumerang dan tak sejalan dengan tujuan didirikan Sekolah Rakyat itu sendiri.
“Perlu dipikir ulang memasukkan mata ajaran imigran sebagai ekstrakurikuler di sekolah rakyat. Sebab, hal itu bisa saja nantinya dipersepsi bahwa sekolah rakyat justru mendidik anak bangsa untuk menjadi imigran,” pungkasnya.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia