Pertimbangan Aspek Fiskal dan Pembentukan Komite Nasional
Berbagai aspek kompleks menjadi pertimbangan, termasuk dampaknya terhadap keamanan fiskal negara dan hubungan dengan pihak Tiongkok sebagai mitra pendanaan utama.
"Kita terlebih dahulu harus fokus pada restrukturisasi keuangan karena ini juga berkaitan dengan pihak Tiongkok dan keamanan fiskal dari perusahaan-perusahaan yang ada di proyek tersebut," jelas AHY.
Koordinasi dilakukan dengan banyak pemangku kepentingan, seperti Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, Danareksa, dan PT KAI sebagai salah satu pemegang saham di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).
Sebagai langkah konkret, pemerintah membentuk Komite Nasional Kereta Cepat. Komite ini tidak hanya menangani restrukturisasi keuangan KCJB, tetapi juga mengkaji rencana ekspansi proyek kereta cepat hingga rute Jakarta-Surabaya.
Profil Pembiayaan Proyek Whoosh
Proyek Kereta Cepat Whoosh diketahui dibangun dengan biaya mencapai 7,2 miliar Dolar AS atau setara lebih dari Rp118 triliun. Sebagian besar pembiayaan berasal dari pinjaman China Development Bank.
Artikel Terkait
BBM Subsidi Naik? Ini Kata Menkeu Purbaya Soal Harga Minyak $92/barel
Dampak Perang AS-Israel vs Iran: Harga Minyak US$100 & Cadangan BBM Indonesia Terancam
Analisis Indef: Kereta Cepat Whoosh Butuh 100 Tahun untuk Balik Modal?
APBN 2026 Defisit Rp54,6 Triliun: Rincian Lengkap Pendapatan & Belanja Negara