Abraham Samad Sebut Revisi UU KPK Dosa Kolektif, Desak Prabowo Terbitkan Perppu
Mantan Ketua KPK Abraham Samad melontarkan kritik tajam terhadap upaya pembersihan diri atau cuci tangan oleh pihak-pihak tertentu terkait pelemahan KPK. Samad menegaskan revisi UU KPK merupakan dosa kolektif yang dilakukan secara sadar oleh DPR dan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).
Abraham Samad Bantah Klaim Saling Lempar Tanggung Jawab
Merespons klaim Jokowi yang menyatakan tidak pernah menandatangani revisi UU KPK dan menyebut perubahan itu murni inisiatif DPR, Samad menyatakan heran. Ia menegaskan mustahil revisi undang-undang krusial berjalan tanpa restu atau sinyal dari pemegang kekuasaan eksekutif.
"Sebenarnya kalau kita lihat ini 'dosa kolektif'. Kok saya heran juga ada saling tuding-menuding, ya. Nggak mungkin lah sekedar DPR kalau misalnya tidak ada sinyal dari pemerintah untuk melakukan revisi," tegas Samad dalam sebuah acara, Senin (16/2/2026).
Ia menilai ada upaya sistematis menghindari tanggung jawab sejarah atas hancurnya independensi KPK. "Jadi saya pikir dalam konteks ini, ada pihak-pihak tertentu mau cuci tangan," sambungnya.
Artikel Terkait
MAKI Kantongi Bukti Pejabat BGN Punya 20 SPPG, Desak Kejagung Tetapkan Tersangka Baru
KPK Geledah Rumah Silmy Karim di Jakarta Selatan, Dikawal Ketat Brimob Bersenjata Lengkap
Presiden Prabowo Copot Kepala BGN Sebelum Tersangka, Demokrat: Langkah Tegas Berantas Korupsi Program MBG
Mantan Wakil BGN Sony Sonjaya Jadi Justice Collaborator, Siap Bongkar Tokoh Besar di Kasus Korupsi MBG