KPK Duga Japto Soerjosoemarno Terima Aliran Uang untuk Amankan Perusahaan Batu Bara
Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila, Japto Soerjosoemarno, menerima aliran uang dari hasil pertambangan PT Alamjaya Barapratama (AB). Dugaan kuat, penerimaan uang tersebut terkait dengan jasa pengamanan operasional perusahaan batu bara itu.
Tim penyidik KPK menelisik hal tersebut saat memeriksa Japto sebagai saksi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Selasa (10/3). Pemeriksaan berlangsung selama kurang lebih 4,5 jam.
"Penyidik mendalami terkait dugaan penerimaan atas hasil pertambangan dari PT ABP sebagai jasa pengamanan," jelas juru bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan.
Pemeriksaan Terkait Pengembangan Kasus Gratifikasi
Pemeriksaan terhadap Japto Soerjosoemarno ini merupakan bagian dari pengembangan kasus gratifikasi yang menjerat mantan Bupati Kutai Kertanegara, Rita Widyasari. KPK sedang menyelesaikan berkas perkara tiga perusahaan yang telah ditetapkan sebagai tersangka korporasi, yaitu:
- PT Sinar Kumala Naga
- PT Alamjaya Barapratama
- PT Bara Kumala Sakti
Artikel Terkait
Khalid Basalamah Kembalikan Rp 8,4 Miliar ke KPK, Begini Kronologi Kasus Korupsi Kuota Haji
Staf PBNU Mangkir Panggilan KPK Kasus Korupsi Kuota Haji Era Yaqut: Ini Kata Juru Bicara
Motif Balas Dendam di Balik Pembunuhan Nus Kei di Bandara Langgur Terungkap
KPK Ungkap Modus Baru: Uang Korupsi Dikucurkan ke Sugar Baby, Ini Risiko Hukumnya