MULTAQOMEDIA.COM - Kasus dugaan korupsi pengadaan komputer Chromebook di Kemendikbudristek kembali menjadi sorotan publik. Mantan Wakil Ketua KPK periode 2019-2024, Alexander Marwata, menyoroti metode audit dan besaran kerugian negara yang dinilai tidak memiliki dasar kuat dalam fakta persidangan.
Alexander Marwata mengaku heran dengan nilai kerugian negara dalam dakwaan yang mencapai Rp5,2 triliun. Ia mempertanyakan asal-usul angka tersebut dan menegaskan bahwa setiap keputusan harus berdasarkan fakta persidangan, bukan asumsi.
"Rumusan dari mana kita nggak ngerti juga. Apakah angka Rp5,2 triliun itu terungkap di dalam persidangan? Kita nggak ngerti juga, begitu kan. Karena apa? Ya sesuatu keputusan, suatu penetapan kan semua harus berdasarkan fakta persidangan, nggak bisa ngarang sendiri, gitu loh," ujar Alex kepada wartawan seusai menghadiri RDPU bersama Badan Legislasi DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026.
Menurutnya, nilai kerugian negara dalam dakwaan itu melonjak hampir tiga kali lipat dibanding hasil audit awal BPKP sebesar Rp1,5 triliun. Padahal, total anggaran proyek pengadaan Chromebook secara nasional mencapai Rp9 triliun.
Artikel Terkait
KPK Tetapkan Rektor Unsoed Tersangka Gratifikasi Rp680 Juta dari PMB Jalur Mandiri 2025-2026
KPK Periksa Mantan Wabup dan 8 Pejabat Sukoharjo, Bongkar Kode Rahasia Padakno Karo Bapak dalam Kasus Pemerasan Etik Suryani
Kejagung Buka Suara: Trading in Influence di Kasus Jampidsus Febrie Bukan Pasal Pidana, Ini Penjelasan Lengkapnya
Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Diciduk KPK: Uang Ratusan Juta Diamankan dalam OTT Suap Penerimaan Mahasiswa Baru