Polisi Sita 74 Kg Emas dan Miliaran Valas dari Penggeledahan Kasus Korupsi Batu Bara, ASABRI, dan Krakatau Steel

- Sabtu, 11 Juli 2026 | 08:50 WIB
Polisi Sita 74 Kg Emas dan Miliaran Valas dari Penggeledahan Kasus Korupsi Batu Bara, ASABRI, dan Krakatau Steel
  • SGD 3.130.000 dalam bentuk 100 SGD
  • USD 889.965
  • Rp 259.159.000

Hasil Penggeledahan di Rumah Cilandak

  • Rp 520.000.000
  • USD 133.000

Rentetan penggeledahan ini terkait langsung dengan tiga kasus dugaan korupsi besar. Kakortastipidkor Polri, Irjen Totok Suharyanto, menyatakan bahwa pengusutan kasus-kasus ini dilakukan melalui skema joint investigation dengan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Atensi Presiden

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan bahwa pengusutan kasus dugaan korupsi di PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel ini menjadi atensi langsung Presiden Prabowo Subianto.

"Ini merupakan atensi Bapak Presiden. Dugaan-dugaan kasus korupsi menjadi perhatian kepolisian untuk melaksanakan pengungkapan dan proses penyidikan. Rangkaian penggeledahan ini bagian dari proses penyidikan di dalam mencari dan mengumpulkan barang bukti untuk pemenuhan dalam proses penyidikan," kata Budi Hermanto seusai penggeledahan di Cafe de'Clan, Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (8/7).

Budi menambahkan bahwa penggeledahan ini merupakan bagian dari pengungkapan dugaan korupsi batu bara di PLN yang memicu blackout di Sumatra, mega korupsi ASABRI, serta Krakatau Steel. Kasus yang diusut meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang.

"Dari Kortastipidkor bersama Polda Metro Jaya dalam melakukan penyidikan dugaan kasus korupsi meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang. Ada beberapa lokasi saat ini secara serempak dilaksanakan rangkaian penggeledahan, termasuk di lokasi sekarang di Cafe de'Clan dan Coin Money Changer. Ini kaitan tentang dugaan korupsi blackout batu bara PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel," ujarnya.


Halaman:

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini