MULTAQOMEDIA.COM - Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, membuat Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menghela napas panjang dan menepuk jidat.
Luthfi menyatakan penyesalan mendalam atas insiden hukum yang kembali mencoreng citra pemerintahan di wilayah yang dipimpinnya. "Secara dinas, saya sebagai gubernur sangat prihatin dan sangat menyesal yang sedalam-dalamnya," ujar Luthfi menanggapi kabar dugaan gratifikasi dan jual beli jabatan di Kabupaten Pemalang, Rabu, 29 Juli 2026.
Meski demikian, Luthfi meminta publik dan media untuk bersabar menunggu keterangan resmi dari lembaga antirasuah. "Nanti tunggu keterangan resmi KPK. Nanti kalau saya ngomong salah lagi," tegasnya.
Artikel Terkait
Rekan Kuliah Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Baru Kasus TPPU Emas 74 Kg dan Rp476 Miliar
Skandal KPK: Oknum Polri Bocorkan Sprinlidik dan Lakukan Pemerasan Rp2,7 M ke Bupati Pemalang
Pengamat Politik Heran Kepala Daerah Tak Jera Meski Banyak KPK OTT: Hukuman Mati dan Perampasan Aset Jadi Sorotan
Istri Bupati Pemalang Ikut Terjaring OTT KPK, 21 Orang Diamankan dengan Uang Rp2 Miliar