Luthfi tidak menampik bahwa praktik korupsi kerap melibatkan kepala daerah, termasuk di Jawa Tengah. Sepanjang tahun 2026, KPK tercatat telah melakukan 12 OTT terhadap kepala daerah, dan lima di antaranya berasal dari Jawa Tengah.
Luthfi tidak dapat menyembunyikan rasa prihatinnya. Padahal, pembinaan dan peringatan sudah berulang kali diberikan kepada para kepala daerah. "Saya kumpulkan, saya ajari sudah. Tapi tetap, namanya manusia, menus-menus kakehen doso (manusia, banyak dosanya), tetap saja dilakukan. Kita sudah menjalankan kewajiban untuk mengingatkan," tuturnya.
Ditanya apakah dirinya merasa lelah menghadapi kasus kepala daerah di Jateng yang terus tertangkap tangan oleh KPK, mantan Kapolda Jawa Tengah itu hanya melempar seloroh penuh kepasrahan. "Tidak hanya Jateng, semuanya ya. Itu tinggal sluman slumun slamet, sopo sing keno (siapa yang kena)," pungkas Luthfi.
Artikel Terkait
Rekan Kuliah Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Baru Kasus TPPU Emas 74 Kg dan Rp476 Miliar
Skandal KPK: Oknum Polri Bocorkan Sprinlidik dan Lakukan Pemerasan Rp2,7 M ke Bupati Pemalang
Pengamat Politik Heran Kepala Daerah Tak Jera Meski Banyak KPK OTT: Hukuman Mati dan Perampasan Aset Jadi Sorotan
Istri Bupati Pemalang Ikut Terjaring OTT KPK, 21 Orang Diamankan dengan Uang Rp2 Miliar