Trump mendesak Iran untuk segera kembali ke meja perundingan mengenai program nuklirnya. Ia menegaskan bahwa armada AS siap bertindak cepat dan tegas jika diperlukan, dan memperingatkan bahwa "waktu semakin menipis" bagi Iran.
Trump juga mengingatkan Iran pada "Operasi Midnight Hammer" di masa lalu, dan memperingatkan bahwa serangan berikutnya, jika terjadi, akan jauh lebih buruk.
Eskalasi Ketegangan: AS Gelar Latihan Udara Besar-besaran
Di sisi lain, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan latihan kesiapan udara multi-hari di Timur Tengah. Latihan yang digelar Angkatan Udara Pusat (AFCENT) ini bertujuan menunjukkan kemampuan untuk mengerahkan dan menyebarkan operasi tempur udara dengan cepat di seluruh wilayah.
Latihan ini dinilai sebagai upaya untuk meningkatkan koordinasi dengan sekutu regional dan menyiapkan opsi respons yang fleksibel dalam menghadapi dinamika keamanan yang terus berubah, terutama terkait dengan Iran.
Kesimpulan: Ledakan di Teheran telah dikonfirmasi sebagai bagian dari uji coba militer domestik Iran, bukan serangan dari luar. Namun, insiden ini menyoroti ketegangan yang sangat tinggi di kawasan, dengan AS memperkuat postur militernya dan memberikan ultimatum perundingan kepada Iran. Situasi ini terus berkembang dan memerlukan pemantauan ketat.
Artikel Terkait
Ancaman Iran Serang Tel Aviv: Respon Belum Pernah Terjadi Jika AS Serang
Latihan Militer Iran di Selat Hormuz 2024: Respons NOTAM & Ancaman AS
Eskalasi Militer AS-Iran: Kapal Induk USS Abraham Lincoln Dikerahkan, Iran Klaim Siap Tempur
Discombobulator: Senjata Rahasia AS Lumpuhkan Pertahanan Venezuela, Klaim Trump Terungkap