Eskalasi Militer AS-Iran: Kapal Induk USS Abraham Lincoln Dikerahkan, Iran Klaim Siap Tempur

- Selasa, 27 Januari 2026 | 11:00 WIB
Eskalasi Militer AS-Iran: Kapal Induk USS Abraham Lincoln Dikerahkan, Iran Klaim Siap Tempur

Eskalasi Ketegangan AS-Iran Memanas: Kunjungan Rahasia Jenderal AS dan Kesiapan Tempur Iran

Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memasuki fase kritis. Kepala Pusat Komando AS, Jenderal Brad Cooper, dilaporkan telah melakukan kunjungan rahasia ke Tel Aviv untuk bertemu dengan pimpinan militer Israel, seperti Kepala Staf Eyal Zamir dan Komandan AU Tomer Bar.

Israel Waspadai Serangan Pendahuluan Iran

Kunjungan ini terjadi di tengah kekhawatiran intelijen Israel mengenai potensi serangan pendahuluan oleh Iran. Media Israel, Yedioth Ahronoth, melaporkan bahwa pengerahan armada AS yang masif di kawasan Teluk justru memicu kemungkinan Iran menyerang lebih dulu. Menanggapi ancaman ini, Angkatan Udara Israel telah berada dalam status siaga penuh.

Pengerahan Militer AS: Kapal Induk USS Abraham Lincoln Siaga Tempur

Eskalasi militer AS semakin nyata. Menurut laporan The New York Times, kelompok tempur kapal induk USS Abraham Lincoln telah bersiap untuk melakukan operasi terhadap Iran dalam waktu 1-2 hari. Kapal induk ini telah memasuki wilayah Komando Pusat AS (CENTCOM) di Samudra Hindia, didukung belasan pesawat tempur tambahan.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan kapal-kapal AL AS bergerak "untuk berjaga-jaga" ke arah Iran, namun menolak mengonfirmasi atau membantah opsi intervensi militer.

Klaim Trump: Iran Ingin Berunding

Dalam perkembangan diplomatik, Trump mengklaim bahwa Iran justru ingin membuat kesepakatan dengan Washington. "Mereka ingin membuat kesepakatan sekarang. Saya tahu itu. Mereka menghubungi beberapa kali untuk berunding," ujarnya dalam wawancara dengan Axios. Klaim ini muncul bersamaan dengan pengerahan "armada besar" AS di dekat perairan Iran.


Halaman:

Komentar