Iran Tegas Tolak Tawaran Dialog AS: "Selama Ramadan Kami Tak Bicara dengan Setan"
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, secara resmi menutup peluang dialog dengan Amerika Serikat. Pernyataan tegas ini disampaikan menyusul serangkaian serangan agresi yang dilancarkan AS dan Israel, menandai titik balik dalam ketegangan geopolitik terkini.
Pernyataan Keras Iran dan Penutupan Jalur Diplomasi
Dalam wawancara eksklusif dengan PBS News, Araghchi menyatakan bahwa berbicara dengan Amerika tidak akan lagi menjadi agenda Iran. Ia menegaskan bahwa Garda Revolusi siap untuk membalas serangan dan terus menyerang "selama waktu yang dibutuhkan".
Pernyataan ini diperkuat oleh sentimen publik di Iran. Ungkapan viral, "Selama bulan Ramadhan, kami tidak berbicara dengan setan", menggambarkan penolakan luas terhadap negosiasi. Dukungan juga datang dari Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, yang menegaskan Teheran tidak mencari gencatan senjata, melainkan pembalasan fisik yang melumpuhkan.
Ancaman Balas Dendam 20 Kali Lipat dari Donald Trump
Di sisi lain, mantan Presiden AS Donald Trump merespons dengan ancaman eskalasi. Melalui platform Truth Social, Trump mengancam akan melancarkan serangan "dua puluh kali lipat lebih keras" jika Iran mengganggu aliran minyak di Selat Hormuz.
Artikel Terkait
Kronologi Lengkap Putri Thailand Koma 3 Tahun Sebelum Wafat Akibat Gagal Jantung
Konflik AS-Iran Memanas: 12 Rudal Balistik Iran Hantam Fasilitas Militer AS, Selat Hormuz Ditutup, Harga Minyak Melonjak
Elon Musk Diprediksi Jadi Manusia Triliuner Pertama usai IPO SpaceX Raup Rp1.200 Triliun
Iran Tutup Selat Hormuz Tanpa Batas Waktu, Ancaman Krisis Energi Global Mengintai