Iran Tegas Tolak Tawaran Dialog AS: "Selama Ramadan Kami Tak Bicara dengan Setan"
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, secara resmi menutup peluang dialog dengan Amerika Serikat. Pernyataan tegas ini disampaikan menyusul serangkaian serangan agresi yang dilancarkan AS dan Israel, menandai titik balik dalam ketegangan geopolitik terkini.
Pernyataan Keras Iran dan Penutupan Jalur Diplomasi
Dalam wawancara eksklusif dengan PBS News, Araghchi menyatakan bahwa berbicara dengan Amerika tidak akan lagi menjadi agenda Iran. Ia menegaskan bahwa Garda Revolusi siap untuk membalas serangan dan terus menyerang "selama waktu yang dibutuhkan".
Pernyataan ini diperkuat oleh sentimen publik di Iran. Ungkapan viral, "Selama bulan Ramadhan, kami tidak berbicara dengan setan", menggambarkan penolakan luas terhadap negosiasi. Dukungan juga datang dari Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, yang menegaskan Teheran tidak mencari gencatan senjata, melainkan pembalasan fisik yang melumpuhkan.
Ancaman Balas Dendam 20 Kali Lipat dari Donald Trump
Di sisi lain, mantan Presiden AS Donald Trump merespons dengan ancaman eskalasi. Melalui platform Truth Social, Trump mengancam akan melancarkan serangan "dua puluh kali lipat lebih keras" jika Iran mengganggu aliran minyak di Selat Hormuz.
Artikel Terkait
Perang Turki vs Israel: Analisis Kekuatan Militer Terbaru & Dampak Strategis Pakta Makkah
Embargo Dagang UEA ke Iran: Konflik Timur Tengah Memanas, Dampaknya bagi Ekonomi Global
Menteri Israel Ben Gvir Serukan Gaza Dikosongkan Permanen dan Minta Militer Bunuh 30-40 Warga Setiap Malam
Warga Gaza Rayakan HUT ke-81 RI dengan Lukisan Merah Putih di Tengah Reruntuhan