Penyelidikan yang dimulai sejak Agustus 2025 mengungkap setidaknya $427.000 dana gereja yang hilang. Investigasi lebih lanjut menduga angka kerugian bisa mencapai $1 juta. Laporan menyebutkan dana sewa properti gereja dialihkan untuk penggunaan pribadi dan ditutupi dengan dana amal. Meski demikian, Shaleta membantah keras dan mengklaim tidak pernah menggunakan uang gereja untuk kepentingannya.
Skandal Moral: Kunjungan Rutin ke Rumah Bordil di Tijuana
Selain skandal keuangan, terungkap fakta bahwa Uskup Shaleta secara rutin mengunjungi Hong Kong Gentleman’s Club, sebuah rumah bordil di distrik lampu merah Zona Norte, Tijuana, Meksiko. Seorang penyidik swasta mendokumentasikan sang uskup menggunakan shuttle eksklusif milik klub tersebut. Meski tidak dituduh terkait perdagangan manusia, kunjungan ini memperparah citra dan kasusnya.
Dukungan dari Kalangan Tertentu dan Nasib Selanjutnya
Di tengah tuduhan berat, Shaleta masih mendapat dukungan dari sejumlah pendukung, termasuk Kardinal Louis Raphaël Sako yang memintanya ditempatkan di markas Gereja Katolik Kaldea di Baghdad. Menariknya, Vatikan juga secara bersamaan menerima pengunduran diri Kardinal Sako. Sementara itu, tugas Uskup San Diego akan dijalankan sementara oleh Uskup Saad Hanna Sirop.
Profil dan Perjalanan Karier Uskup Emanuel Shaleta
Uskup Emanuel Shaleta, kelahiran Irak, ditahbiskan menjadi imam oleh Paus Yohanes Paulus II pada 1984. Ia pernah bertugas di Detroit dan Kanada sebelum akhirnya ditunjuk oleh Paus Fransiskus pada 2017 untuk memimpin eparki San Diego bagi umat Kaldea. Karier panjangnya kini berakhir dengan pemberhentian tidak terhormat akibat skandal ini.
Artikel Terkait
Isu Netanyahu Tewas: Fakta, Bantahan, dan Analisis Terkini Pasca Serangan Iran
AS Menyesal Abaikan Teknologi Anti-Drone Ukraina: Pelajaran dari Ancaman Iran
Israel Dihujani 150 Roket Hizbullah, Ratusan Ribu Warga Mengungsi: Serangan Terkoordinasi dengan Iran
Rudal Tomahawk AS Serang Sekolah Dasar di Iran: Investigasi Ungkap Kesalahan Data Intelijen