Tentara Israel (IDF) mengonfirmasi deteksi serangan rudal yang meluas. Sirene serangan udara berbunyi di berbagai kota, termasuk Yerusalem dan Beersheba. Komando Front Dalam Negeri Israel telah memerintahkan keadaan siaga maksimum dan mengerahkan tim ambulans ke berbagai lokasi jatuhnya pecahan rudal.
Walikota Tel Aviv menyatakan serangan ini menyebabkan kehancuran luas dan kerusakan signifikan, yang disamakan dengan dampak serangan di awal perang.
Eskalasi yang Meluas ke Kawasan Teluk
Gelombang serangan ini terjadi hanya beberapa jam setelah Gelombang 77, menunjukkan peningkatan eskalasi. Tidak hanya di Israel, ketegangan juga merambat ke kawasan Teluk.
- Arab Saudi melaporkan berhasil mencegat lebih dari 20 drone di wilayah timurnya.
- Kuwait mengalami dampak pada infrastruktur energi dan pemadaman listrik parsial.
- Uni Emirat Arab (UEA) mengeluarkan peringatan publik terkait suara ledakan yang mungkin terdengar.
Latar Belakang dan Serangan Balik
Serangan Iran ini disebut sebagai balasan atas serangan AS-Israel yang menargetkan fasilitas gas dan saluran pipa di Iran, termasuk di Isfahan dan Khorramshahr. Media Iran melaporkan fasilitas-fasilitas tersebut mengalami kerusakan sebagian.
Koresponden Al Jazeera melaporkan interval serangan yang sangat cepat, kurang dari setengah jam, mencerminkan intensitas operasi militer yang tinggi meski ada pembicaraan diplomatik untuk meredakan ketegangan.
Perkembangan situasi ini menunjukkan konflik yang terus bereskalasi dengan dampak yang meluas di seluruh kawasan, mengabaikan upaya-upaya de-eskalasi yang diupayakan secara diplomatik.
Artikel Terkait
Harga BBM Vietnam Naik 105%: Dampak Konflik Timur Tengah 2026 & Solusi Pemerintah
Erdogan Kritik Netanyahu: Seruan Hindari Jebakan Zionis & Dampak Perang Israel-Iran
Serangan Rudal Iran di Bnei Brak: 12 Warga Israel Terluka, Termasuk Anak-Anak
Iran Ajukan 2 Syarat ke AS untuk Akhiri Konflik: Ganti Rugi & Pengakuan Agresi