Pernyataan kontroversial ini muncul di tengah kritik keras Trump terhadap sekutu tradisional AS di Eropa, seperti Inggris dan Prancis, yang menolak untuk terlibat dalam konflik militer melawan Iran. Trump secara khusus menyindir Prancis yang dianggapnya tidak memberikan bantuan sama sekali.
Kritik terhadap Prancis merujuk pada penolakan mereka untuk memberikan izin bagi pesawat militer AS yang membawa perlengkapan menuju Israel untuk melintasi wilayah udaranya. Dalam unggahannya, Trump juga menyinggung operasi militer AS bersama Israel pada 28 Februari yang menargetkan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dan mengecam sikap Prancis yang tidak mendukung misi tersebut.
Saran Ambil Minyak Langsung atau Beli dari AS
Di satu sisi, Trump menyarankan negara-negara yang mengalami kesulitan bahan bakar akibat konflik untuk membeli pasokan energi dari Amerika Serikat. Namun, di sisi lain, ia secara simultan mendorong langkah yang lebih agresif dengan meminta negara-negara tersebut untuk mengambil langsung sumber daya minyak yang mereka butuhkan dari Selat Hormuz.
Pernyataan ini memperlihatkan dinamika kebijakan luar negeri yang kompleks dan menuai berbagai interpretasi dari pengamat internasional, terutama terkait stabilitas keamanan dan pasokan energi global di kawasan Timur Tengah.
Artikel Terkait
Perang Turki vs Israel: Analisis Kekuatan Militer Terbaru & Dampak Strategis Pakta Makkah
Embargo Dagang UEA ke Iran: Konflik Timur Tengah Memanas, Dampaknya bagi Ekonomi Global
Menteri Israel Ben Gvir Serukan Gaza Dikosongkan Permanen dan Minta Militer Bunuh 30-40 Warga Setiap Malam
Warga Gaza Rayakan HUT ke-81 RI dengan Lukisan Merah Putih di Tengah Reruntuhan