Secara geografis, bagian selatan Selat Hormuz tidak layak dijadikan koridor atau jalur pelayaran maritim. Navigasi melalui perairan dangkal dan berbatu di kawasan ini sangat berisiko tinggi bagi kapal-kapal besar.
Centcom sebelumnya mengumumkan bahwa kapal-kapal perang AS berhasil membebaskan dua kapal komersial yang terjebak di Selat Hormuz sebagai bagian dari Proyek Kebebasan yang dicanangkan Presiden Donald Trump pada Minggu (3/5/2026). Proyek ini bertujuan mengevakuasi kapal-kapal yang terhambat di jalur tersebut.
Namun, Iran dengan tegas membantah adanya kapal yang berhasil lolos dari penjagaan ketat IRGC. Pemerintah Iran menegaskan bahwa tidak ada satu pun kapal yang diizinkan melintasi Selat Hormuz tanpa otorisasi militer Iran.
Insiden ini menyoroti ketegangan yang semakin memanas di Selat Hormuz, jalur perairan paling vital bagi pasokan energi dunia. Para ahli memperingatkan bahwa situasi ini dapat berdampak langsung pada harga minyak global dan stabilitas keamanan maritim internasional.
Artikel Terkait
Trump Remehkan Militer Iran: Sindir Senjata Mainan dan Desak Bendera Putih
Israel Siaga Perang: Iran Serang UEA, Jet Tempur Siap Dikerahkan ke Timur
Penembakan di National Mall Picu Lockdown Gedung Putih, Konvoi Wapres JD Vance Jadi Sorotan
Konflik Iran vs AS Memanas: Militer AS Ledakkan 6 Kapal Iran di Selat Hormuz