Serangan terhadap Global Sumud Flotilla
Operasi penyerangan dan penyitaan oleh angkatan laut Israel terhadap armada kapal bantuan kemanusiaan ini dipastikan turut menahan dua warga negara Korea Selatan.
Konvoi yang terdiri dari lebih dari 50 kapal tersebut bertolak pada Kamis pekan lalu dari distrik Marmaris di pantai Mediterania, Turkiye. Pelayaran ini merupakan bagian dari upaya global terbaru untuk menembus blokade ketat Israel yang telah mengisolasi Gaza sejak tahun 2007.
Pihak penyelenggara menyatakan bahwa misi kemanusiaan ini diikuti oleh 426 peserta. Di antaranya terdapat 96 aktivis asal Turkiye serta ratusan partisipan dari 39 negara lain, termasuk Jerman, AS, Argentina, Australia, Bahrain, Brasil, Aljazair, Indonesia, Maroko, Prancis, Afrika Selatan, Inggris, Irlandia, Spanyol, Italia, Kanada, Mesir, Pakistan, Tunisia, Oman, dan Selandia Baru.
Insiden ini bukan pertama kalinya menimpa kelompok relawan tersebut. Pasukan militer Israel tercatat pernah menyerang armada Global Sumud di lepas pantai pulau Kreta, Yunani, pada malam hari antara tanggal 29 dan 30 April lalu.
Ketegangan diplomatik Seoul-Tel Aviv
Langkah berani Presiden Lee ini menandai kedua kalinya ia melayangkan kritik terbuka dan tajam kepada Israel terkait isu pelanggaran hak asasi manusia (HAM).
Bulan lalu, Presiden Korsel tersebut sempat membagikan sebuah rekaman video tahun 2024 melalui akun media sosial X pribadinya. Video tersebut memperlihatkan tindakan semena-mena anggota pasukan Israel terhadap seorang anak laki-laki Palestina.
Unggahan tersebut seketika memicu perdebatan luas mengenai penegakan HAM universal dan menyulut ketegangan diplomatik bilateral di ruang siber antara Seoul dan Tel Aviv.
Artikel Terkait
Trump Lempar Stephen Colbert ke Tempat Sampah, Video AI Viral Picu Perang Politik AS
Krisis Kuba Memuncak: Kapal Induk AS Berlabuh, Raul Castro Didakwa, Ancaman Perang Mengintai
Ledakan Tambang Batu Bara China Tewaskan 82 Pekerja, Kebocoran Gas Jadi Pemicu
Trump Kecewa Netanyahu: Serangan ke Iran Ditunda demi Musim Haji