Krisis Kuba Memuncak: Kapal Induk AS Berlabuh, Raul Castro Didakwa, Ancaman Perang Mengintai

- Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:25 WIB
Krisis Kuba Memuncak: Kapal Induk AS Berlabuh, Raul Castro Didakwa, Ancaman Perang Mengintai

Krisis Kuba Memuncak: Kapal Induk AS Berlabuh, Raul Castro Didakwa, dan Ancaman Perang Mengintai

MULTAQOMEDIA.COM - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Kuba mencapai titik puncak baru. Angkatan Laut AS telah menempatkan kapal induk di lepas pantai Kuba, bertepatan dengan perluasan sanksi Gedung Putih terhadap para pemimpin Havana. Langkah ini memicu spekulasi bahwa Kuba bisa menjadi target militer AS berikutnya setelah Venezuela dan Iran.

Raul Castro Didakwa, AS Tingkatkan Tekanan

Jaksa federal AS secara resmi mendakwa mantan Presiden Kuba, Raul Castro, dengan tuduhan pembunuhan terkait insiden penembakan pesawat pada tahun 1996. Menteri Luar Negeri Marco Rubio menegaskan bahwa kemungkinan kesepakatan dengan pemerintah komunis Kuba sangat kecil. Dakwaan ini dianggap sebagai langkah paling agresif yang pernah diambil Washington terhadap kepemimpinan Kuba.

Menurut laporan Los Angeles Times, pemerintahan Trump telah meningkatkan kampanye tekanannya terhadap Havana setelah berbulan-bulan blokade minyak yang memicu pemadaman listrik parah di seluruh negeri. Peningkatan tekanan ini menimbulkan pertanyaan serius tentang apakah Kuba akan menjadi sasaran operasi militer AS.

Kuba Bersiap Perang: Pamflet dan Panduan Bertahan Hidup

Pejabat Kuba mengecam dakwaan terhadap Castro sebagai "tindakan politik" yang dirancang sebagai dalih untuk invasi. Wakil Menteri Luar Negeri Kuba, Carlos Fernández de Cossío, menyatakan bahwa meskipun negaranya berharap menghindari konflik, Havana sedang memperkuat pertahanan mereka. "Kita akan naif jika tidak melakukannya," katanya.

Selama berminggu-minggu, Kuba telah menyebarkan pamflet berjudul "Panduan Keluarga untuk Perlindungan Terhadap Agresi Militer" di kalangan warganya. Pamflet tersebut menyatakan bahwa AS mengancam akan melancarkan serangan militer untuk menghancurkan masyarakat Kuba, melanggengkan kapitalisme, dan memusnahkan impian Fidel Castro. Dokumen itu menginstruksikan keluarga untuk menyiapkan perlengkapan bertahan hidup, mencari tempat berlindung saat sirene serangan udara, dan memberikan petunjuk pertolongan pertama.


Halaman:

Komentar