Kelompok Houthi yang didukung Iran sebelumnya memberlakukan blokade maritim terhadap Arab Saudi di Laut Merah pada 20 Juli lalu. Tindakan ini merupakan respons atas pengepungan yang dilakukan Saudi terhadap Yaman, meskipun Arab Saudi membantah tuduhan tersebut.
Sejak saat itu, Houthi melancarkan serangan terhadap kapal tanker dan kargo Saudi yang melintasi Laut Merah. Sebagai balasan, militer Arab Saudi menggempur fasilitas militer Houthi di pelabuhan Hodaida, Yaman.
Blokade maritim Houthi ini membuka front baru dalam perang Iran melawan AS, yang berpotensi mengganggu pasokan energi global. Situasi ini menjadikan Laut Merah sebagai titik rawan konflik yang perlu diwaspadai.
Artikel Terkait
AS dan Saudi Serang Milisi Pro-Iran di Irak, Respons Atas 30 Serangan Drone
Gempa Jepang Hari Ini: Listrik Padam, Mal Roboh, Ribuan Warga Mengungsi
Pangeran Saudi Tewas Overdosis di Hotel Mewah London Usai Jalani Rehabilitasi
Tragedi Pembunuhan Saat Imlek: Suami Cemburu Habisi Tetangga Karena Selingkuhi Istri