Kelompok Houthi yang didukung Iran sebelumnya memberlakukan blokade maritim terhadap Arab Saudi di Laut Merah pada 20 Juli lalu. Tindakan ini merupakan respons atas pengepungan yang dilakukan Saudi terhadap Yaman, meskipun Arab Saudi membantah tuduhan tersebut.
Sejak saat itu, Houthi melancarkan serangan terhadap kapal tanker dan kargo Saudi yang melintasi Laut Merah. Sebagai balasan, militer Arab Saudi menggempur fasilitas militer Houthi di pelabuhan Hodaida, Yaman.
Blokade maritim Houthi ini membuka front baru dalam perang Iran melawan AS, yang berpotensi mengganggu pasokan energi global. Situasi ini menjadikan Laut Merah sebagai titik rawan konflik yang perlu diwaspadai.
Artikel Terkait
Perang Turki vs Israel: Analisis Kekuatan Militer Terbaru & Dampak Strategis Pakta Makkah
Embargo Dagang UEA ke Iran: Konflik Timur Tengah Memanas, Dampaknya bagi Ekonomi Global
Menteri Israel Ben Gvir Serukan Gaza Dikosongkan Permanen dan Minta Militer Bunuh 30-40 Warga Setiap Malam
Warga Gaza Rayakan HUT ke-81 RI dengan Lukisan Merah Putih di Tengah Reruntuhan