Aksi pemadaman mikrofon itu memicu gelombang protes keras dari para undangan, Sentono, dan Abdi Dalem Keraton yang hadir. Melihat kondisi semakin panas, Menteri Fadli Zon kemudian menghampiri GKR Timoer Rumbai untuk berdialog, yang juga diikuti oleh perbincangan dengan Permaisuri PB XIII.
Meskipun mendapat penolakan terbuka dari keluarga keraton, Fadli Zon tetap melanjutkan acara dan melakukan penyerahan SK secara simbolis kepada KGPA Tedjowulan.
Dalam pernyataannya, Fadli Zon menegaskan bahwa penunjukan pelaksana ini dimaksudkan untuk menjamin keberlanjutan pelindungan cagar budaya dan memastikan akuntabilitas penggunaan dana publik.
"Tujuannya untuk melakukan penjagaan terhadap cagar budaya ini dari sisi pemerintah," tandas Fadli Zon usai acara yang ricuh tersebut.
Artikel Terkait
Susno Duadji Pertanyakan Misi Rahasia Bandara Kertajati Jadi Pangkalan Militer AS
Reshuffle Kabinet 8 Juni 2026: Chatib Basri Siap Gantikan Purbaya Jadi Menteri Keuangan?
Bocah SD Tewas Bersimbah Luka di Sragen, Polisi Buru Pelaku Kekerasan
Islah Bahrawi Terima Pesan Teror dan Dibuntuti OTK, Rumah di Madura Didatangi Oknum TNI