Aksi pemadaman mikrofon itu memicu gelombang protes keras dari para undangan, Sentono, dan Abdi Dalem Keraton yang hadir. Melihat kondisi semakin panas, Menteri Fadli Zon kemudian menghampiri GKR Timoer Rumbai untuk berdialog, yang juga diikuti oleh perbincangan dengan Permaisuri PB XIII.
Meskipun mendapat penolakan terbuka dari keluarga keraton, Fadli Zon tetap melanjutkan acara dan melakukan penyerahan SK secara simbolis kepada KGPA Tedjowulan.
Dalam pernyataannya, Fadli Zon menegaskan bahwa penunjukan pelaksana ini dimaksudkan untuk menjamin keberlanjutan pelindungan cagar budaya dan memastikan akuntabilitas penggunaan dana publik.
"Tujuannya untuk melakukan penjagaan terhadap cagar budaya ini dari sisi pemerintah," tandas Fadli Zon usai acara yang ricuh tersebut.
Artikel Terkait
Kronologi Lengkap Guru SMK Dikeroyok Siswa di Jambi: Pengakuan, Penyebab, & Proses Hukum
Protes GKR Rumbai ke Fadli Zon Ricuhkan Penyerahan SK di Keraton Solo
Bocil Block Blast Viral: Fakta, Ancaman Keamanan & Cara Menghindarinya
Dokter Tifa Klaim 99,9% Ijazah Jokowi Palsu, Tuntut Transparansi 709 Dokumen Pendidikan