Peran Teknologi dan Pentingnya Tata Kelola
Teknologi berperan strategis sebagai alat bantu tata kelola. Sistem digital dapat digunakan untuk memetakan kebutuhan gizi, mengelola rantai pasok lokal, memantau distribusi, dan evaluasi dampak. Teknologi mendukung transparansi dan akuntabilitas.
Namun, teknologi bukan solusi ajaib. Tanpa tata kelola kuat, SDM berintegritas, dan pengawasan publik aktif, teknologi bisa jadi alat pembenaran sistem yang tidak adil. Penguatan kapasitas dan partisipasi masyarakat tetap kunci.
Prioritas Wilayah 3T dan Komunikasi Pembangunan
Daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) harus jadi prioritas. Di sini, MBG adalah simbol kehadiran negara yang harus diwujudkan nyata dengan fasilitas sekolah layak dan guru sejahtera.
Komunikasi pembangunan juga vital. MBG perlu dikomunikasikan sebagai strategi pembangunan manusia jangka panjang, bukan bantuan konsumtif. Transparansi dan narasi yang menempatkan sekolah sebagai pusat akan membangun legitimasi publik.
Kesimpulan: Mengarahkan MBG Menjadi Investasi Masa Depan
Pertanyaan "mesin gizi, ekonomi, atau uang?" bukan untuk dipertentangkan, tetapi untuk diarahkan. MBG berpotensi menjadi tiga-tiganya secara positif: mesin gizi untuk kesehatan anak, mesin ekonomi penggerak usaha lokal, dan mesin sistem tata kelola transparan.
Kunci keberhasilannya terletak pada keberpihakan yang konsisten pada sekolah, ekonomi lokal, dan kualitas pendidikan; didukung tata kelola sehat serta komunikasi yang jujur. Dengan itu, MBG dapat benar-benar menjadi investasi masa depan bangsa.
Artikel Terkait
Tower Seluler Ambruk di Surabaya: Hantam Atap Sekolah & Mobil, Begini Kronologinya
Dino Patti Djalal Peringatkan Risiko Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Gaza Trump
Analisis Visi Prabowo di WEF 2026: Program Gizi Gratis & Keadilan Sosial untuk Rakyat
Demo Provinsi Luwu Raya Blokade Trans Sulawesi: Aktivitas Lumpuh Total, Dampak & Analisis