3. Mempersiapkan Posisi sebagai Pihak yang "Dizalimi"
Dengan memasang Gibran sejak dini, Jokowi menyiapkan narasi jika kelak Prabowo tidak lagi menggandeng Gibran di periode kedua. Posisi sebagai pihak yang dizalimi akan menguntungkan Jokowi secara politik, termasuk untuk mendongkrak elektabilitas Gibran dan partai pendukungnya.
4. Opsi Tampil Legawa dan Berjiwa Besar
Bahkan jika Prabowo tidak memilih Gibran dan Jokowi memilih untuk tidak melawan, situasi ini tetap menguntungkan. Jokowi dapat tampil sebagai figur yang legawa dan mementingkan kebersamaan untuk masa depan bangsa, sebuah pencitraan politik yang berharga.
Analisis Akhir: Semua Skenario Menguntungkan Jokowi
Keempat faktor tersebut menunjukkan bahwa langkah Jokowi mendorong pasangan Prabowo-Gibran untuk dua periode dirancang untuk mengamankan posisi dan pengaruhnya di masa depan. Analis seperti Hasan Nasbi menilai Jokowi sebagai penganut prinsip Sun Tzu sejati: hanya akan masuk ke dalam pertempuran jika peluang menangnya besar. Semua skenario yang ada, baik Prabowo tetap dengan Gibran atau tidak, telah diperhitungkan untuk menguntungkan posisi politik Jokowi dan dinastinya.
(Direktur ABC Riset & Consulting)
Artikel Terkait
Dirut BPJS Kesehatan Tantang Anggota DPR: Kalau Bisa Rapikan Data PBI, Saya Gaji - Debat Panas Soal Peserta Nonaktif
Wali Kota Denpasar Aktifkan Kembali BPJS Kesehatan 24.401 Warga: Solusi & Biaya
11 Juta Peserta BPJS Dinonaktifkan 2026: Kronologi, Dampak & Solusi Pemerintah
Viral! Penumpang Gocar Diduga Mesum di Mobil Cipulir, Polisi Selidiki Identitas Pelaku