Pada 5 Mei, Paus mengakhiri perdebatan dengan tegas: "Misi Gereja adalah memberitakan Injil dan perdamaian. Jika seseorang ingin mengkritik saya karena memberitakan Injil, biarkan dia mengkritik dengan fakta." Paus juga menegaskan bahwa Gereja Katolik selama bertahun-tahun menentang segala senjata nuklir.
Paus berbicara dengan tenang dan berwibawa, sementara Trump hanya bisa mengulang tuduhan tak berdasar. Jajak pendapat gabungan The Washington Post, ABC News, dan Ipsos menunjukkan hampir 60 persen masyarakat Amerika bersikap negatif terhadap pernyataan Trump. Tingkat dukungan Trump turun drastis dari 45 persen pada Februari 2025 menjadi 37 persen.
Menurut The Wall Street Journal, retakan ini mulai memecah belah pemilih Katolik. Dalam pemilu 2024, Trump memenangkan dukungan pemilih Katolik kulit putih dengan keunggulan lebih dari 20 poin persentase. Namun kini, dukungannya di kelompok tersebut merosot dari 63 persen menjadi 49 persen. Di kalangan seluruh umat Katolik AS, dukungannya jatuh hingga 38 persen, jauh di bawah rata-rata nasional.
Kegigihan Trump bertolak belakang dengan semangat umat Katolik yang menentang perang. Data menunjukkan 70 persen umat Katolik AS mendukung seruan Paus untuk perdamaian, sementara 61 persen merasa jijik dengan pernyataan nuklir Trump. Lebih dari 76 persen masyarakat AS tidak setuju dengan ancaman Trump bahwa "sebuah peradaban utuh akan musnah malam ini".
Keresahan di internal Partai Republik semakin meluas. Pemimpin Mayoritas Senat John Thune secara blak-blakan mengatakan akan menjaga jarak dari Tahta Suci. Senator Kevin Cramer menegaskan bahwa Paus dan presiden masing-masing di tempatnya adalah yang terbaik. Bahkan Senator Mike Rounds, sekutu terkuat Trump, mengakui bahwa tindakan presiden menyerang Paus adalah tidak pantas. Sementara itu, pihak Demokrat memanfaatkan situasi ini. Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer menyatakan bahwa Trump telah mencapai batas terendah baru dengan menghina Paus Leo.
Trump kini mengubah masa pemilihan yang seharusnya fokus pada ekonomi domestik menjadi duel iman. Berdasarkan data terbaru, dialah satu-satunya yang akan kalah di arena tersebut.
Artikel Terkait
Pemerintah Gandeng 26 Homeless Media, Sejumlah Platform Membantah Keterlibatan
Hotman Paris Biayai Perjalanan Korban Pelecehan Santriwati Pati ke Jakarta demi Keadilan
Gaji Guru Honorer Jakarta Rp700 Ribu, Anggota DPRD Soroti Kesejahteraan di Tengah Anggaran Pendidikan Rp18,1 Triliun
Mantan Kabareskrim Bantah Status Tersangka Roy Suryo dan Dokter Tifa Gugur Otomatis di Kasus Ijazah Palsu Jokowi